RSS

KEPADA APA

Untak apa merangkai kata, bila huruf kehilangan barisan

Untuk apa menyesal bila luka telah bertitah

Untuk apa memahami bila tak bermakna

Untuk apa mengeluh bila tiada arti

Untuk apa mencaci bila hina

Untuk apa berdalih bila bias

Untuk apa merenung bila tak sadar

Untuk apa bersembunyi bila tak tertutupi

Untuk apa menangis bila keindahan tersenyum

Untuk apa bertanya bila jawaban bersemayam di dalam hati

 
3 Comments

Posted by pada 15 Januari 2012 in Renunganku

 

Kaitkata: , ,

LELAKIKU…………. KENAPA KAU BERJIWA KERDIL…????

Ku akui…. Aku sayang padamu, ku cinta padamu, ku hormat dan kagum padamu sampai hari kemaren. But… now… rasa itu kini sudah berlalu……terhempas oleh kekerdilan jiwamu wahai lelakiku.Terkikis habis tanpa sisa semua perasaan dan hormat serta kagumku pada mu, oleh badai kemunafikan mu.

*Betapa dalamnya kekecewaan Cinta pada lelakinya.

Sadarkah kau wahai lelakiku…

Akan kemunafikan mu dan kekerdilan jiwamu. Dimataku dirimu tidak ada arti dan harganya lagi. Engkau bersembunyi dari manusia atas salahmu, dengan sekuat tenaga kau tutupi semua kejelekan dan kebusukanmu dari manusia. Engkau tak peduli dengan orang lain, kau fitnah seorang wanita, kau adu domba orang dengannya. Hanya untuk memamerkan bahwa kau adalah orang yang baik dan suci di hadapan orang-orang.

*Cinta tak habis pikir atas tindakan yang dilakukan oleh lelakinya, yang sangat kejam pada seorang wanita, hanya demi menyelamatkan nama baiknya dan mukanya di hadapan manusia bukan di hadapan Allah.

Engkau lupa wahai lelakiku…

Bahwa Allah tidak tidur dan buta…..

Dia maha mengetahui semua yang terbetik di hati hamba-Nya.

Apakah masih ada artinya engkau menulis tentang akhlak dan agama.

Apakah masih ada artinya engkau memerangi orang-orang yang berbelok di Jalan Allah.

Apakah masih ada artinya engkau selalu mengatakan “semoga Allah mengampuni dosa kita”.

Semua itu hanya kamusflasi semata dan topeng untuk menutup keburukanmu.

Bila dirimu sendiri tega menzholimi wanita yang tiada daya, dengan fitnahmu yang kejam. Bahkan menghasut orang untuk ikut menzholiminya.

*Bagi Cinta lelakinya lebih mafia dari seorang mafia sejati. Mafia sejati tidak akan melakukan tindakan yang hina terhadap seorang wanita lemah.

Engkau lupa wahai lelakiku….

Bahwa Allah Maha Rahim…..

Dia tidak akan meninggalkan hamba-Nya, yang terzholimi. Yang selalu berusaha bersimpuh dihadapan-Nya dengan segala ketiadadayaannya. Dia Yang Maha Pengasih…. Telah melunakkan dan melemahkan hati orang yang coba kau hasut. Sehingga tiada arti baginya fitnahmu dan hasutanmu.

Allah telah memberikan sedikit rasa sayang-Nya pada hati orang itu, sehingga orang yang kau harapkan akan ikut bersamamu untuk menzholimi wanita itu., malah merasa sayang dan kasihan pada wanita tersebut….

*Bagi Cinta…. lelakinya tidak paham akan kasih sayang Allah yang begitu luas.

Malulah engkau pada Allah wahai lelakiku….

Kemana mukamu akan kau hadapkan lagi…???

Masihkah sanggupkah engkau mengatakan dirimu seorang hamba….???

Bila engkau merasa lebih hebat dari Allah. Allah selalu menutupi aib seorang hamba-Nya….

Sedangkan engkau……?????? membuka aib seseorang.

*Cinta sangat sedih terhadap lelakinya. Kemana keimanannya yang dia agung-agungkan…????

Malulah pada dirimu sendiri wahai lelakiku…..

Kau buka aib seseorang, padahal itu adalah aibmu sendiri yang engkau buka.

Engkau tak ubahnya menepuk tepung dalam dulang, yang kena muka sendiri.

Engkau tak beda dengan buah kedondong…. Yang bagus kelihatannya dari kulit tapi di dalamnya penuh dengan duri yang menusuk kerongkongan. Itulah kamu lelakiku…. Memoles diri biar kelihatan baik di hadapan manusia tapi di hatimu penuh dengan kekerdilan dan kemunafikan.

Beruntunglah kamu wahai lelakiku….

Wanita itu tidak dendam padamu. Dia tidak mau memiliki jiwa kerdil sepertimu. Dia sebenarnya dengan mudah bisa menghancurkan kehidupanmu. Namun itu tidak dia lakukan karena dia tidak mau mengotori hatinya dengan dendam. Dia hanya tersenyum dengan tenang atas apa yang engkau lakukan padanya. Dia ikhlas dan ridho atas kezholimanmu. Semua dia pasrahkan pada Allah…karena dia telah sandarkan jiwa dan hidupnya hanya semata pada Allah. Biarlah pena Allah yang berbicara di atas sutra putih kehidupan. Dia semakin menyadari betapa sayang Allah padanya. Dia tunjukkan siapa engkau sebenarnya padaku wahai lelakiku. Aku kasihan padamu karena betapa kerdilnya jiwamu.

 “Meski engkau telah menzholiminya dia tetap mendoakan mu. Semoga Allah menutup aibmu dan menyadarkan kesalahanmu. Melenyapkan sifat sombong dan angkuhmu. Serta sifat egoismu dan merasa benar sendiri atas tindakan yang kamu ambil dan putuskan.”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

“Aku salah menilai……orang yang ku anggap berjiwa besar ternyata berjiwa kerdil dan pengecut. Orang yang aku anggap pengecut ternyata berjiwa besar dan berani”, Cinta membatin di dalam hatinya

“Cinta mu tulus dan sejati padaku itu yang selalu kau ucapkan dihadapanku tak lebih dari sebuah kebohongan yang mengendap di dalam tumpukan sampah.” Cinta terhentak di atas kenyataan yang cadas, bahwa betapa munafiknya lelakinya.

 
4 Comments

Posted by pada 9 Januari 2012 in Cerpen

 

Kaitkata: , , , , , ,

“Apa Yang Kita Miliki Telah Melebihi ApaYang Kita Harapkan”

Hampir sebagian besar dari kita tanpa membeda gender (Apakah itu laki-laki atau wanita)  menyukai film KungFu. Bahkan ada yang belajar bela diri yang berasal dari biara Shaolin ini. Begitu terkenalnya bela diri Negara Tirai Bambu ini di dunia. Saat kita menyaksikan film KungFu yang sarat dengan bela diri, kita sering dibuat terpana  oleh gerakan-gerakan indah jurus kungfu tersebut. Bahkan anak kecil atau remaja berhayal bisa menguasai bela diri. Mungkin juga kita para orang dewasa.

Kita telah dibuat lupa, akan pesan yang disampaikan lewat film ini. Karena keindahan dan keelokan dari jurus kungfu tanpa disadari, kita terlena dibuatnya sehingga kita tidak bisa menangkap makna-makna atau pesan-pesan tentang kehidupan yang disampaikan lewat film ini.

 “SHAOLIN” Film ini hampir membuat air mata saya menetes, karena begitu sarat dengan pengorbanan, tapi entah mengapa tiba-tiba seperti ada sesuatu yang datang dari dalam diri saya, mengingatkan saya untuk apa saya menangis toh nanti setelah habis film ini kamu akan lupa tentang kesedihan dan pengorbanan yang ditampilkan dalam film ini. Tapi alangkah baiknya kamu mencoba memahami akan kata-kata bijak tentang  kehidupan yang disampaikannya atau pesan tersirat dari setiap gerakan indah dari jurus-jurus kungfu yang dimainkan tersebut.

Salah satu kata yang sangat bijak dan mengandung makna yang begitu dalam bagi saya dalam film “SHAOLIN” yang dibintangi oleh Andy Lau, Jackie Chan, Nicholas Tse dan Fan Bingbing, adalah “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”.

Yang bisa saya tangkap makna dari kata-kata bijak itu adalah:

1. Syukurilah rezeki yang telah di berikan oleh Allah, baik itu banyak atau sedikit, baik atau kurang baik. Janganlah melihat kepada keberuntungan orang (melihat kehidupan orang yang lebih dari kita) tapi lihatlah kepada orang-orang yang tidak beruntung dibandingkan kita dengan begitu kita akan selalu menjadi orang yang sangat bersyukur. (Bersyukur memberikan ketenangan hati).

2. Janganlah mengeluh dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah/ yang telah ditakdirkan oleh Allah atas diri kita. (Menjalani apa yang menjadi takdir diri dengan ikhlas dan tabah menjadikan kita tegar dan dekat dengan Dia)

3. Berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain dengan salah satu cara adalah sedekahkan harta yang kita miliki. Karena rezeki orang lain ada ditangan kita  di titipkan oleh Allah. (Salah satu kebahagian hidup adalah disaat harta benda yang kita miliki bahkan diri kita sendiri bisa bermanfaat bagi orang lain dan agama).

Kata itu membuat saya merenung, dan bertanya pada diri sendiri. Apakah saya akan  bisa dan mampu menjalankan hidup seperti kata bijak “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”. Apakah saya akan mampu menjadi manusia yang bersyukur dengan rezeki  yang telah diberikan oleh Allah. Apakah saya akan selamanya menjadi manusia yang meletakkan dunia di kepala, punggung dan dikedua pundak saya……………???

Mampukah saya menjadikan dunia sebagai sarana saya untuk berdakwah dijalan Allah. Menjadikan dunia kendaraan yang akan menghantarkan saya menuju jalan Allah.

Sementara godaan dan liukkan tubuh dunia masih suka mengoda hati dan ego saya untuk menaklukkan dan mendapatkan keelokkan dan kemolekan liukkan tubuh dunia.

Akankah saya mampu menjadi manusia yang bisa berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain. Dan menganggap bahwa rezeki mereka ada ditangan saya di titipkan oleh Allah. Atau saya akan menjadi orang yang kikir dan baqil………….???

 
1 Comment

Posted by pada 31 Desember 2011 in Catatan Kecil

 

Kaitkata: , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.