RSS

Perjalanan Abadi

19 Nov

Semua memandang
Menatap dengan tajam seperti mata Pedang
Menusuk relung hati
Membuat luka bernanah darah

Bunga bertaburan
gugur satu persatu kelopak
Berserakan di atas pusara
Menambah bau harum membusuk

Tetapi seketika Suasana Kembali sunyi
Dibawa oleh angin malam
Lenyap bersama suara jangkrik
Hening karena buram
Kelam dengan nafsu

Disaat sampai ditujuan
Terasa gemetar seluruh persendian
Disaat akan datang
Hancur terasa perasaan jiwa
Kaku dengan berselubung kabut
Dingin dengan berselimut embun pagi
Panas bersama atap mentari
Itulah dia datang mengejutkan
Pergi menakutkan.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2009 in Puisi

 

Tag:

2 responses to “Perjalanan Abadi

  1. Rifai Ahmad

    20 November 2009 at 6:58 am

    Selamat jalan buu…smoga damai menyertai langkahmu dan engkaupun diterima disisinya…

     
    • putianggraini

      20 November 2009 at 10:18 am

      eeiit enak aja doain sya kaya gitu… saya belum mati oiiii….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: