RSS

NASEHAT PAPA

22 Nov

Saat ku beranjak remaja, papa memberiku sebuah nasehat yang sampai sekarang masih ku simpan di dalam hati ini. Beliau berkata belajarlah dan sekolahlah yang tinggi , Insya Allah papa kan bantu kamu, karena papa tidak punya harta yang bisa papa wariskan padamu. Hanya pendidikan yang bisa papa berikan padamu dan itu akan membantu kamu dikemuadian hari”. Dengan penuh bijak dan kasih sayang beliau ucapkan itu padaku saat kami hanya berdua. Dulu aku tidak begitu paham dengan kata-kata beliau itu. Ternyata  kata-kata beliau itu mengandung makna yan sangat besar. Dengan berbekal ilmulah aku bisa berdiri di atas kaki ku sendiri di rantau orang. Tanpa harus mengemis dan mengharapkan belas kasihan orang dan saudara-saudara, aku mampu untuk bertahan hidup di jakarta. Beliaulah penulis scenario dan sutradara dibelakang keberhasilan ku.

Saat aku ingin menikah diwaktu kuliah, beliau dengan tegas melarang aku. Kata beliau tamatkan dulu kuliah mu. Masalah jodoh nanti akan datang dengan sendirinya. Akupun menuruti kata beliau. Dengan penuh perjuangan ku tamatkan kuliahku dalam waktu yang cepat. Dengan bangga ku persembahkan ijazah sarjanaku kepada beliau. Ku lihat beliau tersenyum bahagia dan memeluk ku. Aku sangat terharu dan menangis bahagia karena aku bisa memberikan apa yang dicita-citakan oleh beliau.

Saat ku dah tamat, beliau berkata “manfaatkanlah dulu ijazah sarjanamu, baru kamu berfikir untuk menikah. Karena kamu wanita harus punya pegangan hidup, bila nanti waktu kamu dah berkeluarga tidak bergantung pada suami, apabila kamu mendapatkan suami yang tidak bertanggung jawab, kamu tidak akan terpuruk dalam hidup”.

Saat ku dah bekerja, beliau berkata usahakanlah kamu jadi PNS karena seorang wanita mempunyai keterbatasan tenaga. Pada siapa kamu berlindung nanti, kalaulah suami mu bisa diandalkan kalau tidak, kalaulah kamu punya keturunan yang akan merawatmu di hari tua, kalau tidak. Disaat kita tidak punya orang-orang yang akan memperhatikan kita dihari tua, kita tidak akan teralalu sedih karena ada jaminan pensiun yang akan membantu kita. Dan kita tidak merepotin orang. Tapi saat itu aku tertawa  saja karena bagiku ga harus jadi PNS untuk bisa berkarier. Rezeki buat hari tua bukan hanya datang dari pensiunan PNS. Papaku akhirnya diam mendengar kata-kataku. Dia hanya tersenyum melihat prinsipku.

Sekarang aku lebih mengerti dan paham dengan semua nasehat-nasehat yang diberikan beliau pada ku. Mungkin dulu aku agak kesal karena merasa dikendalikan. Tapi kini aku sangat bersyukur dengan semua nasehat dan tindakan beliau.

“ TERIMA KASIH PAPA”.

Saat ku katakan aku akan meneruskan kuliahku ke S2, betapa bahagianya beliau, beliau bilang padaku papa bangga pada mu, itu baru anak gadis papa yang tidak pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Dan beliau langsung bilang akan bantu biaya kuliah ku. Dengan tak sabar beliau bertanya kapan aku akan kuliah lagi. Ku bilang insya allah tahun depan.

Dan kini aku dengan penuh keyakinan dan semangat akan melangkahkan kaki ini untuk mewujudkan S2 ku demi kebahagian kedua orang tuaku.

Ya Allah bantu dan bimbinglah Hambamu ini. Permudahlah semua urusan ku di dunia dan di akhirat. Hanya dengan inilah aku bisa membuat kedua orang tuaku bangga dan bahagia.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 November 2009 in Catatan Kecil

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: