RSS

Cerpen:Lara Hati Yang Sunyi ~bag.4~

19 Des

“Assalammualaikum….. mbok….mbok….mbok…”, panggilku dari depan pintu. Berharap mbok Samin datang membukakan pintu untukkuyang terkunci dari dalam. Dengan tergopoh-gopoh mbok Samin berlari membuka kan pintu. “Iya non Asti, maaf tadi simbok dibelakang jadi ga dengar non manggil-manggil”. mbok Samin mencoba memberikan alasannya sambil membuka  kunci pintu. “Huuuffff”, ku hempaskan badanku  dikursi. Ku biarkan tas ditangan ku jatuh ke lantai. “ Non Asti kelihatannya capek banget”, kata mbok Samin sambil meletakkan air putih di atas meja. “ iya mbok hari ini banyak bangat pekerjaan, sampai-sampai harus ku bawa pekerjaan itu ke rumah”.  “ Non Asti….. mau mbok pijit ?”, dengan penuh ketulusan mbok Samin tawarkan jasanya pada ku. ”Ga usah mbok terima kasih, tolong rebuskan aku air hangat aja ya mbok. Hari ini aku ingin mandi air hangat biar terasa segar badan ini”.  “ Iya non mbok akan rebuskan air hangat pakai rempah-rempah untuk non, biar segar kembali”.

Ku pandangi punggung tua mbok Samin yang berlalu dari hadapan ku. Mbok…. Mbok…. cuma kamu yang kumiliki saat ini. Engkau dengan tulus dan setia menemani dan membantuku. aku masih ingat pertama kali dia datang diantar mang Diman ke rumah ini, dia tiba-tiba menangis sambil menatapku tanpa berkedip. Katanya dia teringat dengan anak perempuan satu-satunya, yang kalau masih hidup sebaya dengan ku. Tapi karena hidup susah dan ketidak berdayaan orang lemah seperti mbok samin, membuat anak perempuannya harus meregang nyawa tanpa pertolongan dokter atau dibawa ke rumah sakit.

” Yaaahhh……!”  hanya itu yang aku tahu tentang mu mbok. Begitu aku berusaha untuk mengenal lebih jauh kehidupanmu yamg dulu, kamu selalu bilang,”Maaf non biarlah masa lalu mbok, mbok kubur bersama usia mbok yang semakin senja. Dan mbok tidak mau membukanya lagi”. Sejak saat itu aku tak mau lagi bertanya tentang masa lalu mbok Samin . aku hargai keinginan dan prinsip beliau.

Segarnya setelah mandi air hangat rebusan rempah yang dibuatkan oleh mbok Samin. Ku tarik kursi di depan komputer sambil minum jus jeruk hangat. Malam ini aku harus menyelesaikan tugas-tugas yang ku bawa dari kantor tadi. Tiba-tiba ku teringat akan orang misterius kemaren malam. Dengan penasaran ku login FB ku. Timbul pertanyaan di benakku, apakah dia akan muncul malam ini atau hanya orang iseng saja. Belum ada 2 menit ku OL kamu dah muncul menyapaku. “Malam non”

“ Malam juga”’ jawab ku

“Bagaimana keadaan mu hari ini ?.

“ Entahlah”, jawab ku sekenanya

“Kamu capek kelihatannya. Banyak kerjaan dari kantor ya ? sampai-sampai kamu lembur di rumah”.

“ Aaahhhh…. “, kembali ku terkejut. Bagaimana mungkin ….??? Cuma itu yang mampu ku ucapkan.

“Non kenapa diam?”.

“ Ga kenapa-napa”.

“Ya udah selesaikan dulu kerjaannya”.

“Ya…”, bagai anak kecil yang disuruh ibunya aku menurut saja apa yang di bilangnya.

“Non selesai mengerjakan tugas langsung tidur ya. Istirahat biar besok kelihatan segar”,

“Ya”. Sekali lagi aku hanya mampu jawab ya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2009 in Cerpen

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: