RSS

Apakah Akhirnya Langkah Kita Terhenti Disini?

13 Feb

Harapan akan masa depan yang lebih baik merupakan pendiang dikala hawa dingin kesulitan mendekap jiwa. kehadirannya selalu membangkitkan kembali gairah hidup yang nyaris padam diterpa angin cobaan. Tanpa harapan seorang ibu mungkin akan merasa cukup melahirkan satu kali saja, tanpa harapan, bisa jadi seorang petani sudah merasa cukup punya sekarung gabah. Harapan acap kali menjadi penolong disaat hati mulai goyah menatap masa depan. ia mampu melambungkan kembali asa yang hampir tenggelam diterjang ganasnya badai kehidupan.

Cobaan hidup tak jarang hilang dari ingatan bukan karena terpecahkan, melainkan tertutupi oleh cobaan lainnya yang datang berwujud lebih mengerikan, akhirnya ia pun semakin menumpuk didasar sanubari. Satu belum selesai, datang lagi problem lainnya, begitu terus tanpa pernah mengenal berhenti. Apakah  akhirnya langkah kita terhenti disini? ataukah semua kesulitan itu akan memicu kita agar lebih kreatif dalam mencari solusi?

” Masa depan bukan saja bagaimana kita berpikir untuk maju, tapi juga bagaimana kita akan menjalani situasi yang sering tidak sejalan dengan harapan “.

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Februari 2010 in Renunganku

 

Tag:

3 responses to “Apakah Akhirnya Langkah Kita Terhenti Disini?

  1. BENY KADIR

    13 Februari 2010 at 1:14 pm

    Selamat malam,Mba!
    Apa kabar?

    Begitulah hidup,Mba.
    Dalam banyak cobaan justru kita semakin matang dan didewasakan.
    Bìla masih ada harapan,badai pasti berlalu.
    Di sanalah kita menemukan jati diri.
    Orang bijak bilang,”Kita baru benar2 menyadari kekuatan jangkar,di saat mengalami goncangan badai”.

    Maaf,mungkin salah,ya?!

     
  2. putianggraini

    15 Februari 2010 at 8:52 am

    malam juga mas…. ya mas cobaan hiduplah yang akan menjadikan kita bijak dalam menjalani tantangan hidup…. kebijakan yang tidak akan kita temukan di bangku sekolah…..

     
  3. reni

    14 Oktober 2010 at 1:15 pm

    “Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”
    – Francis Bacon

    Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidak cukup. Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: