RSS

Dialog Hatiku

29 Mar

Hati adalah terminal segala emosi jiwa

Biarkan aku menangis ……….

agar sesak didada segera sirna

mengapa aku jadi begini?

terlempar dan terhempas oleh badai kehidupan yang sarat dengan cobaan

ingin rasanya aku pergi, meninggalkan semua ini

tapi,………..

Bukankah ujian harus dilalui bukannya dihindari? harusnya begitu….

namun sepertinya aku sudah nyaris putus asa

api semangat perlahan pergi meninggalkan hati dan jiwaku

sehingga kegersangan semakin kuat mencengkeram

tak lagi mampu kubendung lagi

WAHAI JIWA ……………

Ingatlah !!!!

bahwa bukan hanya engkau yang susah

tidak cuma kamu yang meratap ketika didera derita tak berujung

orang lain pun merasakan seperti yang dirimu rasakan

bahkan mungkin ada yang lebih mengenaskan dari dirimu

karena itu bersabarlah !!!!

berusahalah !!!

Paling tidak bertahanlah !

bukankah hidup ini hanya sekejab?

andaipun kamu ditaqdirkan sengsara sepanjang hidup

kalau sabar dan menerima atas suratanNya

niscaya kebahagiaan akan menantimu

di kehidupan nan abadi

tak ada didunia ini orang yang tertawa senang sepanjang hidupnya

begitu pun tak ada orang yang menangis sedih sepanjang usianya

susah senang selalu datang silih berganti

bagai pergantian malam dan siang

kesabaran dan kerja keras akan membawa kepada kebahagiaan

disamping pula harus tahu ……..

kebahagiaan itu bukan dari terpenuhinya semua keinginan, namun terletak pada penerimaan hati

hati menerima secara wajar tanpa dilebih-lebihkan atau pun menguranginya

cobalah untuk bersikap wajar dan sederhana, maka bahagia akan segera engkau jelang !

by: rajawali hitam

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Maret 2010 in Isi Hati

 

One response to “Dialog Hatiku

  1. reni

    14 Oktober 2010 at 1:14 pm

    Kita memerlukan berani, berani yang bagaimana?

    1. Kita harus berani melawan keraguan, baik itu keraguan yang datang dari kita sendiri, maupun keraguan itu dari orang-orang di sekitar kita. Setiap ide yang baru, setiap ide yang aneh, pasti akan mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Namun anda harus tetap berani, seaneh apapun ide tersebut, bahkan ide anda dianggap ide gila anda harus tetap berani melaksanakan ide-ide tersebut, jika tidak maka anda tidak akan pernah bisa berfikir di luar kotak.

    2. Berani mengambil resiko. Jika anda menghasilkan ide-ide baru, gagasan baru untuk meningkatkan produktivitas anda, maka saya katakan bahwa ide tersebut besar kemungkinan untuk tidak berhasil alias gagal. Tidak ada jaminan keberhasilan, karena melakukan sesuatu yang baru tingkat kegagalanya lebih tinggi daripada melakukan sesuatu yang sudah biasa. Karena resikonya besar maka di perlukan suatu keberanian. Suatu keberanian mengambil resiko. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa kita mengambil resiko-resiko itu?”.Jawabnya adalah karena di balik resiko tersebut ada sesuatu peluang yang jauh lebih besar. Ingatlah hukum peluang dan resiko, “Semakin besar resiko yang kita ambil, semakin besar pula peluang yang akan kita dapatkan.” Jika kita tidak berani mengambil resiko – resiko yang besar dan kita hanya mengambil resiko-resiko yang kecil, maka apa yang akan kita dapatkan akan kecil pula. Maka wajarlah jika apa yang akan anda raih tetap stagnan atau mengalami peningkatan secara linier dan lambat.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: