RSS

Perjalanan Masih Panjang

25 Sep

Suhu udara begitu dingin, tidak seperti hari biasanya, kalau sudah begini pedagang kopi dan pisang goreng laris manis, sementara tukang es cendol,es dawet pada menelan pil pahit.

Begitulah hidup, selalu bergerak dinamis, tanpa pernah berhenti sedetik pun, datangnya suatu cuaca atau musim akan membawa “berkah” bagi sebagian orang, dan akan berdampak kurang menyenangkan bagi sebagian lainnya. Kadang musibah bagi kita, malah menjadi berkah bagi orang lain.

Kehidupan Akan Menggeser Posisi Kita

Tak ada yang abadi selain Allah, itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan, betapa didunia ini tak ada yang bisa bertahan kekal tanpa perubahan. Ada yang mengibaratkan kehidupan ini seperti sebuah perjalanan, hukum ” jalanan ” pun bisa berlaku. Kita harus terus bergerak maju kalau tidak mau terlindas oleh orang dibelakang kita. Meski lelah kadang mendera, kita harus tetap melangkahkan kaki, istirahat sejenak memang diperlukan, tapi jaangan sampai kita terlena, ingat ! bahwa tujuan kita belum tercapai, perjalanan masih panjang.

Kekayaan, pangkat dan jabatan pun akan selalu berganti pemiliknya. Walau susah payah kita mempertahankannya, kita takkan mampu mempertahankannya, akan tiba saatnya berpisah, entah mereka yang meninggalkan kita, atau kita yang akan menanggalkannya. Itulah sunnatullah (hukum alam), dengan begitu alam akan terjaga dan tidak menjemukan.

Apa Yang  Sesungguhnya Kita Miliki?

Semua yang saat ini ada pada kita akan segera berpindah tangan, maka tak salah jika ada kata bijak ” Sesungguihnya yang kita miliki adalah apa-apa yang telah kita berikan (sedekahkan)”. Kalau sudah begini, masihkah kita akan memeluk erat sifat bakhil,kikir,pelit? masih masa bodohkah kita dengan lingkungan sekitar? kalau kita tidak tergerak “mengulurkan tangan ” untuk meringankan beban hidup orang lain, berpikirlah, bahwa apa yang kita berikan itu manfa’atnya untuk kita sendiri./rh/hda/10

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2010 in Renunganku

 

Tag: ,

3 responses to “Perjalanan Masih Panjang

  1. BENY KADIR

    28 September 2010 at 1:55 pm

    Yah, walau pun lelah mendera kita usahakan untuk tetap melangkah, kadang terseok-seok.
    Ada saatnya juga kita bisa berlari kencang dgn semangat membara dan bebas hambatan.

     
    • putianggraini

      2 Oktober 2010 at 12:54 pm

      tapi itu akan membuat kita dewasa dan bijak serta mudah memahami hidup

       
  2. BENY KADIR

    2 Oktober 2010 at 3:56 pm

    Benar, Mba.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: