RSS

Cerpen: LARA HATI YANG SUNYI bag 13

19 Mei

“Buka aja, kamu akan tahu isinya Asti.” suruh Sri
Perlahan ku buka kado mungil bermotifkan bunga mawar itu.
“Ahhhh….!!!!!!!!” Aku sangat terkejut dengan apa yang ada dalam kado itu. Sebuah kunci dan sebuah sertifikat. Dengan cepat-cepat ku buka amplop yang berisi kartu ucapan selamat ulang tahun. Disitu tertera beberapa kalimat.

“Selamat Ulang Tahun adeku sayang, yang super manja. Mas harap dengan berkurangnya umur ade akan membuat ade semakin bertabah bijak dalam menyikapi hidup ini. Mas hanya bisa memberikan sebuah kunci munggil ini, di hari ulang tahun mu. Semoga ade senang dan mau menerimanya. Mungkin disaat ade menerima hadiah dari mas, mas sudah tidak bisa lagi mendampingi ade. Tapi kasih sayang mas akan selalu mendampingi ade dalam meniti hidup ini. Ade selalu ada di hati mas selamanya, mas akan mencintai dan menyayangi ade di dalam hati. Jangan lagi suka bersedih, tataplah hari esok dengan penuh semangat. Buanglah semua lara hati yang sunyi.”

Kecupan sayang
Mas mu,

“ZIM”

Tak terasa air mataku menetes di pipi. Aku tertunduk sambil menahan isak. Kembali kenangan bersama mas Zim di waktu kami masih saling menyayangi dan bersama menyesakkan hati ini. Tiba-tiba hati ini tidak lagi bisa membendung rasa rindu di hati ini. Rasa yang selalu ku abaikan dengan sekuat tenagaku. Dimanakah kamu kini mas? Kenapa bukan dirimu yang hadir di hari istimewaku ini? Aku akan lebih bahagia bila engkau yang datang walaupun tanpa hadiah. Kenapa mas…. Kenapa…engkau justru mewakilkan dirimu hanya lewat hadiah dan kartu ucapan ini. Dan itupun diantarkan oleh orang lain. Kenapa mas….. kenapa…..???? Rintahanku di dalam hati.
Sri memelukku dengan lembut.
Dengan masih terisak-isak, aku bertanya pada Sri.
“Dimana mas Zim, Sri?.. bagaimana keadaannya kini???”
Sri tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanku tapi semakin erat memelukku. Kurasakan ada air yang menetes di atas pundakku. Ternyata Sri ikut menangis.
“Tabahkan hatimu ya Asti….” Sahut Sri di sela tangisnya.
Tiba-tiba ku lepaskan diriku dari pelukan Sri.
“Apa maksud mu, Sri…???”
Dan kulihat Rani juga ga bisa memendung air matanya dan tiba-tiba memelukku. Ada apa lagi ini? Kenapa mereka berdua ikut-ikutan menangis. Bahkan isak mereka melebihi isakku. Ada apakah sebenarnya??? Apakah yang terjadi? Apakah ini menyangkut mas Zim? Ada apakah dengan mas Zim?? Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam hati ini tapi tak satupun jawabannya ku dapat dari mereka berdua. Membuat kesabaran ku habis dan bingung yang tak dapat ku katakan lagi.

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2011 in Cerpen

 

Tag: , ,

5 responses to “Cerpen: LARA HATI YANG SUNYI bag 13

  1. BENY KADIR

    21 Mei 2011 at 11:47 am

    Wah, judul cerpennya mengingatkan saya ketika pertama kali berkenalan dengan blog ini hampir setahun yg lalu.

     
    • putianggraini

      21 Mei 2011 at 1:57 pm

      hahahahahaha… masih ingat aja mas… ternyata saya dah lama juga ya vakum ga nulis terusan cerpen ini…. tapi dah mau hampir tamat ko mas… tinggal 1 atau 2 episode lagi…
      bagaim,ana kabar di sana baik2 ajakah….

       
  2. BENY KADIR

    26 Mei 2011 at 10:18 am

    Ceritanya bagus kok, Mba. Enak dibaca.
    Kabar baik, Mba. Saya juga sudah jarang terbitkan tulisan, tapi tak ingin tinggalkan dunia blogging, hahaha
    Terimakasih sudah berkunjung ke blogku

     
    • putianggraini

      26 Mei 2011 at 11:30 am

      terima kasih atas pujiannya….
      iya saya lihat mas dah lama ga posting tulisan di blog… karena setiap saya mampir, saya lihat tulisannya masih sama dengan yg kemaren2….
      ga ada salahnya nulis tentang alam/keadaan desa mas….
      biar kita2 jadi ikut merasakan keasrian di sana.

       
  3. Atika manizah

    4 Oktober 2011 at 4:57 pm

    Kata2 dlm surat tu yg menyentuh hati. Aq jd inget ma almarhum abang qu sayang…
    Aq syg abang…. ;(

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: