RSS

AKU MENANTI RIDHO MU

02 Jun

Berjam2 dia duduk didepan komputer dengan cigarnya, memandangi setiap tulisan yang muncul, mengklik setiap link, berusaha menemukan sebuah jawaban atas kegundahannya,lara,duka, dan hampa.

Berusaha memahami keadaan, kejadian,emosi dan takdir. Dalam penjelajahan di dunia maya sampailah dia pada suatu titk kesadarannya. Menangis, meratap tiada lagi mampu dia lakukan, hanyalah air mata kemunafikan mengalir dikedua pipinya. Hanya meyelipkan cigar di bibir yg mampu dia lakukan. Tiada yang tahu gejolak dalam hatinya selain dia dan Tuhannya.

Sebuah gelombang kesadaran tiada berhenti menghantam sisi paling dalam di hatinya. Keangkuhan emosinya dengan keras dihancurkan oleh kesadaran yang begitu menyakitkannya.
Kesadaran penuh telah menampakkan sosoknya.

Dia telah membuat suatu kesilapan yang mematahkan hati kekasihnya…
Menghancurkan perjuangannya…

Dia tak mampu lagi untuk berkata maaf pada sang kekasih…

Karena dia tahu saat ini betapa kecewanya kekasihnya pada nya.
Betapa laknatnya dia telah menghancurkan perjuangan kekaksihnya.

Inikah yang dia selalu sebut sebuah bentuk baktinya pada sang kekasih??
Betapa munafiknya dia….

Apalah arti meraih tangan kekasihnya, disalami dan diciumnya selesai sholat.
Bila tajamnya belati lisannya telah menorah luka dan merobek-robek hati kekasihnya.

Biarlah semua ini dia renungkan sendiri, biarlah untuk saat ini dia mencoba muhasabah diri, menemukan siapa dia sesungguhnya. Menggantungkan semua harapannya pada sang Kholiq, mengharapkan sebuah keputusan yang terbaik untuk dirinya dari sang Kholiq, mengembalikan kekaksihnya, mengobati luka hati sang kekasih.

Tiada lagi kata yang mampu dikeluarkannya untuk membujuk sang kekasih.
Dia sandarkan kepasrahannya pada Robb…

Dia tahu saat ini sang kekasih tak lagi percaya padanya dan akan mencibirkannya.
Tapi dia akan setia dan sabar menunggu keikhlasan dan keridhoan sang kekasih menerimanya dan menjemputnya.

Dalam penantian yang tak tahu akhir ini dia hanya mengharapkan sebuah makna yang berarti.
Dan menjga hati serta tubuhnya untuk sang kekasih.

Dia berharap disaat pertemuan nanti dia benar-benar sudah Ridho menerima takdir hidupnya. Mampu menjadi tulang punggung keberhasilan kepemimpinan kekasihnya.

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu

Mencari hidayah dari pada-Mu
Dalam mendidikan kesabaranku

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Juni 2011 in Isi Hati

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s