RSS

DALAM KU BERMUHASABAH: OH ….AISYAH….KU….JADILAH BIDADARI

07 Jun

Tak biasanya Aisyah tiba-tiba muncul menyapaku lewat ruang chat FB. Karena walaupun dia OL dia ga pernah menyapaku lewat ruang chat. Dia biasanya suka menanyakan keadaan ku lewat sms.

“Mba… lagi ngapain?” pertama kali Aisyah menyapaku.
“ga lagi ngapain-ngapain….” Jawabku
“Mba, bagaimana kalau belum mau nikah karena alasannya belum mapan dalam ekonomi?”
Duk !! diriku tersentak dengan pertanyaanmu yang begitu mengejutkan ku Aisyah. Pikiranku langsung melayang tentang teman laki-laki mu.

“Hmmmm…. Aisyahku mapan itu relative… tergantung dari sudut pandangan masing-masing
orang.karena tiap orang memiliki ukuran mapan yang berbeda-beda sayangku”
“Apakah ini berhubungan dengan your boyfriends?”
“Ya… mba…. Aku saat sedang menahan tangis.”
“Dear my sister… don’t you sad…about your love.”
“kalau mba lihat kalian berdua sudah mampu secara ekonomi untuk melangkah ke jenjang
pernikahan, your boyfriends sudah memiliki kerja yang bagus.”
“Iya mba… tapi dia masih mengelak dengan alasana itu-itu mulu disaat aku meminta untuk
menikah. Tahukah kamu mba… teman-teman ku dah pada nikah dan sudah memiliki anak-
anak. Sementara aku…??????? Umurku dah semakin tua mba… saat ini aku sudah berumur
26 th… aku menginginkan sebuah keluarga mba.”

Oohhh… Aisyah tahukah kamu disini saya telah lebih dulu meneteskan air mata begitu membaca tulisanmu yang muncul diruang chatt. Aku sangat memahami bagaimana perasaanmu Aisyah,. Sangat paham… paham dengan rasa sepimu… paham dengan keinginan memiliki teman sejati dalam hidupmu….
Ingin aku off tapi hati kecil ku melarang. Karena sesungguhnya aku ga kuat untuk melanjutkan pembicaraan ini lebih jauh tapi Aisyah ku tetap menemanimu dalam uraian air mata.

“Mba, sikapku yang terlihat konyol dan kanak-kanakkan dalam kelas itu adalah cara aku menutupin rasa duka di hati ini…” oh ya Aisyah adalah teman ku dalam menuntut ilmu. Dia memang paling konyol dan selalu membuat kita-kita pada ketawa dengan kekonyolannya. Tapi aku lihat kadang-kadang dia sering juga termenung sendiri di belakang atau di pojok ruang kelas.

“Aisyah… mba tahu dalam ceria mu itu tersimpan duka, namun mba diam saja. Mba ga mau
memasuki koridor pribadimu. Mba hanya menunggu kamu bicara my sister.”
“Menurut mba, lebih baik kamu berfikir lebih matang lagi tentang your boyfriends, karena mba
lihat laki-laki mu, belum matang dan dewasa dalam menatap hidup ini. Dia masih ingin
bebas menikmati masa mudanya. Tapi mba sarankan Istiqorohlah ”
“iya mba.. lagian dalam Islam tidak ada pacaran.”
“Nah itu kamu tahu.”
“Trus saya harus bagaimana mba?”
“Carilah laki-laki yang dewasa?”
“Cari…????????? Aku sudah ga mau lagi berkenalan dan jalin hubungan dengan laki-laki mba.
Capek dan letih bila aku harus memulai lagi dari awal dengan laki-laki. Oh ya mba laki-laki
dewasa itu seperti apa???”

Pertanyaan Aisyah begitu sulit untuk ku jawab. Setiap orang memiliki kategori yang berbeda dalam laki-laki dewasa.
“Aisyah…. Mba akan jawab sesuai pandangan mba dan pemahaman mba.”
“Ya….”
“laki-laki dewasa menurut mba… laki-laki yang tahu tujuan dan arah hidupnya kemana. Paham
bahwa yang dicari didunia ini hanya ridho Illahi, mampu bertanggung jawab atas apa yg
diperbuatnya, tahu konsekuensinya, mampu bertindak bijak, bisa beradaptasi dan menghargai
orang lain. Dan ini semua harus didukung dengan pemahaman agama yang baik dan
menerapkan dalam kehidupannya. Mampu menjadi iman kita karena kita adalah makmumnya
kelak dalam berumah tangga. Sanggup mengembalikan kita pada kebenaran bila kita
terbelokkan oleh syaitan dari landasan agama. Benar-benar paham akan arti bahwa kita terlahir
dari tulang rusuk kirinya yang bengkok.“
“ Bagaiamana caranya saya menemukan laki-laki seperti itu mba..?”
“Astafirullah… dear my sister… itu bukan dicari….. tapi itu diminta….”
“Diminta…. ???????????”
“Ya… itu kita minta pada Allah dalam sujud malam dan zikir seraya meminta ampunan akan
salah dan silap kita. Aisyah kalau boleh mba tahu apa niat mu nikah karena faktor umur?”
“Ya mba, selain faktor umur saya juga ingin memiliki keturunan.”
“Hmmm…. Kalau Allah tidak memberikan kamu keturunan bagaimana?”
“Saya menargetkan mba kalau dalam 2 tahun saya tidak bisa memberikan keturunan. Saya
sanggup dicerai mba. Saya siap menanggu konsekwensi itu.karena saya ga mau dimadu.”

Astafirullah… sekalai lagi hati ini terhenyak dan terhempas membaca tulisanmu my sister. Aku termangngu di depan computer. Diam tak mampu mengucapkan lagi kata-kata. Bagaikan petir yang menghantam sisi hati ini oleh pernyataan mu itu.

“mba… kenapa diam?????? Apakah itu salah??????”
“Ya dear…. Niatmu itu bagus untuk mendapatkan keturunan, Allah mewajibkan kita nikah bila sudah mampu karena untuk memperbanyak umatnya di bumi yang nanti akan menjadi kalifah-kalifahNya dalam menegakkan DienNya. Tapi mba sungguh terkejut kata cerai mu itu. kenapa sekarang kamu sudah memutuskan akan mengakhiri rumah tangga yang kamu bina. Ingatlah sayang… ucapamu akan diminta buktinya sama Allah. Benar-benarkah kamu mampu untuk membuktikan itu. walaupun cerai itu dihalalkan oleh Allah tapi sangat dibenci Nya. Cerai itu memang gampang Aisyahku, cukup dengan kata talaq dari suamimu dan terus mengurus ke kantor pengadilan agama paling lama 6 bulan akta ceraimu sudah ada ditanganmu. TAPI…. Tahukah kamu my sister akan dampaknya pada bathinmu dan keluarga serta lingkunganmu. Benarkah sanggup kamu menyandang stastus janda, yang setiap langkahmu akan dicurugai oleh lingkunganmu dan kebebasan mu dirampas karena kamu benar-benar harus menjaga sikap dan tinggkah laku. Agar tiada yang mengcap kamu janda genit. Dan tahukah kamu my sister godaan menjadi janda lebih banyak dan berbahaya dibanding ketika kita masih gadis. Dalam benarpun kita orang-orang tetap menatap kita penuh curiga sayangku….”

“Aisyah….menikahlah KARENA ALLAH JANGAN KARENA BERBAGAI HAL… CUMA KERANA ALLAH SEMATA Insya Allah. Allah akan memberikan yang terbaik untukmu… dan kamu akan tegar dalam hadangan badai serta ridho atas qadaNya kelak. Karena kamu sudah menyempurnakan ibadahmu dengan menikah karena Allah, dalam pernikahan akan kita dapatkan pahala-pahala yang mudah untuk kita raih. Tapi dalam niatmu untuk nikah mba melihat betapa kamu tidak paham akan mutiara pahala yang tersimpan disitu.”
“Mba…. Sekarang aku benar-benar menangis ga mampu lagi menahan air mata ini.”
“Don’t cry my sister…..satu pesan mba untuk mu jadilah BIDADARI DI DUNIA UNTUK SUAMI DENGAN KESOLEHAANMU…….JADILAH SEORANG MUJAHIDAH….
.”
“Mba… apakah dengan begitu saya akan mendapatkan ketengan jiwa…?”
“Insya Allah, kamu akan mendapatkan itu Aisyahku bila semua yang kamu lakukan semata-mata karena Allah. Disaat harapan kita terwujud kita bisa menjadi orang yang bersyukur, tapi bila harapan itu tidak terwujud kita tidak akan menjadi orang kufur akan nikmat yang diberikan oleh Allah… malah akan mampu menjadi orang yang tegar karena kita tahu semua itu adalah kuasa Allah.”
Lama sekali Aishya tidak membalas chattku. Dan akhirnya Aisyah off… dalam setiap buliran air mataku, satu harapanku semoga Aisyah mendapatkan jodoh yang baik.

SALAM PANJI PARA BIDADARI

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Juni 2011 in Renunganku

 

Tag: , , , ,

2 responses to “DALAM KU BERMUHASABAH: OH ….AISYAH….KU….JADILAH BIDADARI

  1. nish

    12 Juni 2011 at 11:50 am

    sungguh aku bergetar.. dalam senyumku, terselip air yang mengalir dari mataku… dia mengalir perlahan di antara senyum dan lara… sungguh cerita yang menginsiprasi.. salut untuk penulis…
    note: biarkan saja cinta itu datang karena telah terbiasa… (hatiku remuk,,,, remuk…)

     
    • putianggraini

      12 Juni 2011 at 11:57 am

      walah ko malah hatinya jadi remuk say…. bacalah yang ada disekeliling kita…..ikutilah terus dalam ku bermuhasabah…. insya Allah akan ditemukan arti sabar dan ikhlas serta makna akan hidup.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s