RSS

DALAM KU BERMUHASABAH: PINJAMKAN AKU ANAK PANAH…..UNTUK MEMANAH SUAMI TETANGGAKU…..

11 Jun

“Assalammualaikum…..”terdengar suara seorang wanita mengucapkan salam di depan pintu rumah.
“Waalaikum salam….”
“Oh… mba silahkan masuk.”
Sore itu aku kedatangan tamu. Dia adalah tetanggaku. Begitu ku persilahkan duduk dia langsung membuang nafas panjang. Sepertinya dia lagi kesal terhadap sesuatu hal.
Tiba-tiba dia menyeletuk “ maaf mba…punya anak panah ga. Kalau punya pinjamkan aku.”
Aku ga bisa menahan geliku mendengarkan pertanyaan konyol tetanggaku.
“Hahahaha……punya tu… mau minjam berapa?” candaku sambil menunjukkan sapu lidi.
“Aku benar-benar kesal mba…kesal bangat. Aku ingin memanah suami tetanggaku.”
“Haaa……………….?????”aku terkejut dengar keinginan tetanggaku ini
“Ada apakah sehingga mba ingin memanah orang?????”
“ Apakah yang sudah terjadi….????????”
“Itu lho mba… suami tetanggaku benar-benar sudah kelewatan…ga punya sopan satun… ga punya moralllllllll…” gerutumu
“Masa dia masuk rumahku nyelonong boy gitu saja…. Ga ada permisi, ga ada ucapkan salam. Dan tiba-tiba dia sudah berdiri di pintu kamarku lagi. Aku kaget bukan kepalang mba… mana aku lagi ga pakai jilbab. Aku benar-benar seperti ditelanjangi mba… gerah bangat aku ma tu orang….Dasar hanoman, gajah mungkur, otak udang…………grrrrrrrrrrrrrrr.”
“Kenapa dia bisa berdiri di depan pintu kamar mba?”
“Pintu kamarku ga begitu jauh dari pintu masuk, ya mau bilang apa lagi mba namanya juga ngontrak, ga mungkin kita rubah tu rumah orang?”
“Ohhh…apa mba ga mendengar pintu masuk dibuka orang?”
“Nah itu dia mba…..biasanya pintu selalu saya tutup dan saya kunci, Cuma jendela saja yang saya biarkan terbuka. Hari itu anak-anaknya keluar masuk lewat jendela, kebetulan jendelanya rendah mba. Saya takut anak-anak itu jatuh karena mereka baru berumuran 3 th dan 3,5 th, maka saya bukakan pintu seukuran badan mereka, biar mereka bisa bebas keluar masuk ke rumahku. Bagaiman saya mau larang mereka untuk bermain ke rumah saya namanya juga anak kecil. Pernah saya diam saja waktu mereka manggil-manggil saya… eeee yang ada mereka malah teriak-teriak kaya orang kesurupan dan mukul-mukul pintu.”
“Tapi yang namanya orang tahu sopan santun, menghargai privasi orang, mau pintu orang terbuka selebar apapun atau tertutup, seharusnya dia ucapkan salam atau permisi.”
“Benar mba…”jawabku
“Terus apa reaksi suami mba melihat kejadian itu…? apa dia ga marah dan negur tu orang?”
“Kebetulan hari itu suami saya ga ada di rumah…. Dia lagi pergi ke Tenggerang ngurusin perternak belut di sana.”
“Oooo… Pantasan saya jarang lihat suami mba di rumah rupanya selama ini sering bolak balik Tenggerang ya?”
“Iya…”
“Kenapa mba ga pindah aja ke Tenggerang. Biar mba bisa selalu kumpul ma suami.”
“Untuk saat ini saya belum bisa pindah Tenggerang, karena saya harus menyelesaikan kontrak kerja saya dulu di sini. Kalau kontrak kerja dah habis nanti baru saya pindah ke Tenggerang.”
“Oh ya… masalah tetangga mba yang masuk nyelonong boy itu bagaimana?”
“Ya saya usir dia, saya suruh dia keluar. Mentang-mentang suami saya jarang di rumah dia pikir saya istri kesepian apa???. Dasar dodol Garut. Padahal dia tahu kalau saya nyapu rumah dan pintunya terbuka saya pakai jilbab. Hari itu karena saya di dalam kamar tidur makanya saya ga pakai jilbab. Dasar otak mesum tu orang… benar-benar hanoman.”
“Hmmm…..saya ngerti akan marah mba.”
“Sekarang pintu selalu saya tutup dan kunci, jendela saya buka di pagi hari sampai siang kalau dah jam 4 jendela saya tutup. Karena itulah waktu anak-anaknya keluar bermain. Saya ga perduli anak-anaknya mau teriak-teriak di depan pintu. Dan saya ga lagi begitu ramah sama anak-anaknya. Saya malah cuekin, walaupun hati saya teriris karena anak kecil yang ga berdosa jadi korbannya. Apalagi yang besar suka manja ma saya. Tapi apa mau dibilang daripada saya emosi ga terkendali dan membuat rumah tangga dia ribut.”
“Saya pikir itu yang terakhir dia ganggu saya, eee… ternyata tidak. Karena saya jarang keluar rumah dan pintu selalu tertutup. Dia mendekati saya lewat sms, ada saja alasan dia sms saya. Bilang ada yang mau dibicarakan seriuslah ma saya. Nanya saya sibuklah, nanya saya sakitlah karena dia jarang lihat saya. Padahal selama ini saya juga jarang ketemu ma dia. Tak satupun smsnya saya balas. Malah hp suka saya matikan kalau dah malam. Karena dia kalau sms biasanya istrinya dan anak-anaknya sudah tidur. Saya pikir dia akan diam.. tapi ga tu malah kirim sms lagi. Bilang maaf dah ganggu, lagi sibuk ya. Saya tetap ga balas. Bukannya malu ee malah dia sms lagi nanya kenapa ga dibalas, sibuknya atau dah tidur ya. Saya tetap aja ga balas.”
“Mba ganti nomor aja….”
“Ini dah ganti berapa nomor saya… dulu dia juga gitu malah pakai nelpon segala. Akhirnya saya ganti nomor. Kemaren-maren itu istrinya nanya nomor saya. Ga dikasih gimana yang minta istrinya. Dikasih ya begini dah makan hati. Lagian ini nomor sudah tersebar ke instansi-instansi yang berhubungan dengan kerja saya. Kalau saya ganti lagi terus komfirmasikan ke mereka, mereka tentu bingung kenapa no saya ganti-ganti mulu. Dan betapa capeknya saya kalau harus menghubungi semua no di hp saya untuk ngasih tahu kalau no saya dah ganti.”
“kenapa mba ga ngomongi aja ke suami mba..?”
“Beliau lagi sibuk, apa lagi saya lihat akhir-akhir ini pikirkan beliau agak mumet masalah perternakkan itu. Jadi saya ga mau ganggu dia dulu. Saya coba atasi sendiri.”
“Kalau gitu mba tegur aja langsung orang itu.kalau mba ga suka dengan cara dan sikap dia.”
“Ya…. Kalau dengan diam saya, dia ga berubah saya akan tegur langsung. Maaf ya saya dah merepotkan mba. Dan terima kasih dah mau dengarin gerutu saya. Karena mba saya lihat mba bisa saya jadikan tempat numpahi kekesalan saya dan ga suka nyebar aib orang.”
“Ga apa-apa mba… malah saya senang karena saya mendapatkan sebuah pelajaran dari pengalaman mba. Seharusnya saya yang bilang terima kasih.”
“Mba bisa aja. Saya permisi dulu ya mba, beban saya terasa agak ringan sekarang.”
“Ya mba… tapi apa anak panahnya ga jadi dipinjam mba?” selorohku
“Hahahahaha….kalau sapu lidi mah cuma bisa buat ngusir tikus.”
“Saya pamit ya…..Assalammualaikum.”
“Waalaikumsalam”.

Benarkah saya ga suka nyebar aib orang???? Wong saat ini saya posting di blog ini. Semoga Allah ngampunin saya. Karena niat saya bukan mau mempermalukan saudari saya dengan aibnya. Tapi hanya untuk berbagi pengalaman pada para wanita dan para laki-laki untuk saling menjaga kehormatan diri sendiri dan kehormatan orang lain.

SALAM PANJI PARA BIDADARI

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2011 in Renunganku

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: