RSS

DUNIA UNTUK BEKAL (NASEHAT YAHYA BIN MU’ADZ AR-RAZI)

23 Jun

Dunia adalah mempelai dan orang yang memburunya adalah yang meriasnya dan dengan zuhud akan tercabutilah rambutnya, menjadi hitamlah wajahnya, dan tercabik-cabiklah pakaiannya. Dan barang siapa yang menceraikan dunia, maka akhirat adalah istrinya. Dunia itu telah diceraikan oleh orang-orang yang cerdik tanpa ada batasan bagi iddahnya untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, tinggalkanlah dunia dan janganlah kita mengingat-ingatnya, tetapi ingatlah akhirat dan jangan sampai kita melupakannya.

Puncak kesialan dunia adalah bila ia membuat kita berangan-angan terhadap hal yang melalaikan kita dari ketaatan kepada Allah, maka terlebih lagi bila menyerumuskan kita ke dalamnya.

Dunia adalah pemimpin orang yang mengejarnya dan pelayan orang yang meninggalkannya. Dunia itu mengejar dan dikejar. Barang siapa yang mengejarnya, ia akan menolak dan barang siapa yang menolaknya ia akan mengejarnya.

Tinggalkanlah dunia sebelum kita ditinggalkan dan mohon ridho Tuhan sebelum kita bersua denganNya. Makmurkanlah rumah yang kita tinggali dengan ketaatan kepada Allah sebelum kita beralih kepadanya (liang kubur).

Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, sebarangilah ia dan janganlah menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan.

Dari dunia kita tidak dapat meraih cita-cita kita dan kita tidak mengerjakan amal-amal kita untuk akhirat, padahal besok pada hari kiamat kita tidak mengetahui bagaimana keadaan kita yang sesungguhnya.

Dunia adalah perbendaharaan Allah dan tidak ada sesuatu pun darinya yang tidak disukai-Nya, karena sesuatu, baik berupa batu, tanah liat, maupun pepohonan yang ada di dalamnya, bertasbih menyucikan allah.

Dunia tiada harga di sisi Tuhannya, padahal dunia adalah milik-Nya. Oleh karena itu, tidaklah layak bila dunia dianggap berharga oleh kita, padahal ia bukan milik kita.

Dunia adalah khamrnya setan. Barang siapa yang mabuk karenanya, ia tidak bakal sadar, kecuali bila telah berada di antara golongan orang-orang yang mati dalam keadaan menyesal, lagi dihimpunkan bersama dengan orang-orang yang merugi.

Dunia adalah tokonya setan. Oleh karena itu, janganlah anda mencuri dari tokonya barang sedikitpun, karena setan akan datang mencari anda untuk menghukum anda.

Jika dunia adalah penjaramu, maka engkau akan menjadi sengsara dibuatnya dan jika dunia adalah tamanmu, maka akan menjadi bahagia.

Dunia bagaikan laut yang penuh kerusakan dan jalan selamat darinya adalah dengan berzuhud terhadapnya.

Ambillah dari dunia sesuatu yang dapat menjadi bekal untuk akhirat kita dan janganlah kita mengambil dari dunia sesuatu yang menghalangi akhirat kita.

Disarikan dari buku: Siyaathul Quluub

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Juni 2011 in Cambuk Hati

 

One response to “DUNIA UNTUK BEKAL (NASEHAT YAHYA BIN MU’ADZ AR-RAZI)

  1. rio

    1 Desember 2013 at 2:53 pm

    Dunia itu telah diceraikan oleh orang-orang yang cerdik tanpa ada batasan bagi iddahnya untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, tinggalkanlah dunia dan janganlah kita mengingat-ingatnya, tetapi ingatlah akhirat dan jangan sampai kita melupakannya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: