RSS

Dalam Dekapan Sepi

09 Agu

mata sendu sayu redup

Tatap matanya kosong
helaan nafasnya terasa berat
tak ada air mata yang menetes
mungkin mengalir ke dalam hatinya

ia merasa sendiri menelan getir
malam memeluk bayangan hitam tanpa arti
kemana mata menatap hanya detak jantungnya yang terdengar
jiwanya terpasung sepi

kusapa laramu dengan sepatah kata
namun tak mampu membuka mata sayumu
engkau tetap terpaku,terlena oleh waktu

dimana harus kutemukan senyummu?

biar pun harus kutebus dengan nafasku
akan kukejar….
akan kuraih …..

akan kusematkan senyum itu dibibirmu
selama-lamanya

(Mutiara Hitam)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Agustus 2011 in Puisi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: