RSS

RINDU DALAM SEBUNGKUS KENANGAN

10 Agu

Sayup-sayup isakan tangis berhembus lirih

    Kecerian terampas oleh keheningan dalam kepekatan yang tak biasa.
    Langkah malam belum begitu jauh, ia masih tertatih, ia nampak gagah dengan jubah suramnya.

    Senyapnya menyeret kenangan yang sudah lama terbujur kaku didasar hatiku, sejatinya tak ingin kubangunkan kembali rasa yang tiada harumnya lagi, namun puing jejaknya masih menyisakan hasrat untuk merasakan kembali lembutnya belaian sunyi.


Telah ku teteskan tiap endapan rasa menjadi warna tersendiri dari tiap putih-putih bunga mawar agar keindahannya lebih sempurna kala mekar mengharumi kemeriahan semesta.



Dan disini, relung sanubari bergetar merasakan alunan gelora yang tak tertahan menggenangi tiap ruang dalam tiap kecemasan

Aahh… kemarin sang waktu telah memahkotai batinku dengan bingkisan indah dalam sebungkus kenangan…

Kenangan tentang binar mata dan kelembutan hati…
Binar mata yang mampu menyalakan hasrat jiwa bersama kelembutan hati yang mengaliri cawan hidupku.

Sejenak, jiwa rebah dikeheningan yang begitu menyayat…
Sayup-sayup isakan tangis terdengar dari tiap bisikan angin yang berhembus lirih…
Mengabarkan ada kesedihan yang sedang mencengkeram sanubari

Mengapa engkau menangis?
Adakah duri yang telah merobek anyaman mimpimu? Hingga tetes luka membasahi mata hatimu…

Kemarilah ! menagislah bersamaku …..

(mutiara hitam)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Agustus 2011 in Puisi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: