RSS

SANG DEWI DAN TUWIT KECIL

12 Agu

SANG DEWI MALAMNapasmu….telah membawa aku jauh….terdampar di Pulau pengasingan tak berpenghuni. Hanya burung-burung kecil dan pelikan yang meliuk-liuk di atas ombak itu. Kulihat engkau…duduk dibawah pohon berjejer..sambil tunduk bermain-main dengan pasir…

hmmm…sesak rasanya memendam kerinduan…seakan kata tanpa makna….oh napasku…desahmu kudengar lelah….terbawa bersama kicauan burung kecil itu…yang bertengger di atas batu karang.

Burung itu berwarna hitam…mengkilap terpantul matahari.
Diparuhnya ada sebatang ranting….aku melihat engkau mendekat…

Hendak kemanakah kau…sahabatku…burung kecilku?
Oooo…ternyata dia bisa menjawab..dengan suara desahan napasnya pula….hendak kubawa ranting kecil ini di sarangku….
Oooo…buat apa wahai Tuwit kecilku? bertanya Sang Dewi yang terdampar…
Kubawa untuk menguatkan sarangku….

Burung kecil kembali bertanya.”ada apa gerangan Sang Dewi sampai kesini?
Bukankah ini pulau terasing?

Sang Dewi menghempaskan napas panjangnya…huufffffffffff….. aku……..(sang dewi menarik napas dalam-dalam…)….kemudian menjawab….”lelah”
Oooo…begitu yaa….kenapa lelah ? bukankah engkau Sang Dewi yang selalu melantunkan lagu mengiringi ombak ini? buat kami?

Yaaa….aku lelah…..kesepian….

Oooo…..kenapa bersedih wahai Sang Dewi? tanya Tuwit kecil itu..menghibur Sang Dewi
Bukankah ombakmu tak pernah berhenti untuk kami?

Sang burung memanggil-manggil Sang Dewi…sambil menghiburnya…hmmm. Burung kecil itu meliuk-liuk kepalanya…sambil menatap wajah Sang Dewi yg tertunduk lelah….

Dewi…..
Ya……

Syukurlah…pikir Tuwit kecil ini. Ternyata Sang Dewi tidak tidur…dia hanya lelah….
Bertanyalah sang burung….rindukah wahai engkau Sang Dewi?
Rindu yang tak akan tergoreskan oleh tinta pujangga.

Ceritakanlah tentang ombak pada kami..Dewi bukankah surga lautan adalah tugasmu?
bukankah engkau yang selalu menghampiri kami…dikala kami mencari makan untuk anak-anak kami?
Benar…aku selalu menyapamu dikala pagi dan petang, dikala siang dan malam.

Tapi…………kenapa harus lelah? tanya sang burung…
Lelah…. badan nii..rasanya pegel-pegal… mau rebahan…tidak bisa.

Burung itupun tertawa terbahak-bahak…

Dewi…Dewi…..kenapa Sang Dewi bisa lelah yaah?
Aku saja…buat sarang ini tidak lelah….paling- paling pegel dikit…

Udah-udah…Tuwit…aku malas bicara…aku hanya mau bicara lewat suara alam….
Oooo…begitu masalahnya….Tuwit menggeleng-geleng kepala….

Aku hanya mau bicara dengan penghuni pantai ini…bahwa aku lelah…
Kenapa …..tidak katakan pada laut tentang lelah mu wahai Sang Dewi….?

Kita bermain pasir yuuuk…Tuwit kecil mengoda Sang Dewi dengan rayuan sayapnya…
Sambil kita cari siput-siput kecil…..
Baiklah kita lari-lari kecil..saja….

Akhirnya Sang Dewi dan Tuwit kecil ini berlari-lari kegirangan. Kulihat…kaki mereka menginjak-nginjak sempadan pantai nan elok….asyik bersiram-siram…
Deburan ombak memecah keriangan mereka…seakan ikut tertawa lepas…bersama keduanya…
Aku bebaaaaaas…..aku lepaasssss……
lepas dari lelahku…….aku mau mandiiiiiiiii……
Tuwit kecil pun tertawa lepas….senang dan bergembira menyaksikan Sang Dewi akhirnya tersenyum riang….

Dewiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………….
Dewiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………..

Kemudian mereka berbaring diatas pasir..menatap langit tak berawan…sambil bersiul…phu phu phu
keduanya bersiul….menatap langit…awan bergerak-gerak
angin berjoget ria menghempaskan pasir-pasir
hmmmm…..bentangan pantai yang basah ini…terasa menyejukkan….(Sang Dewi melepas napas panjang…sambil menutup matanya)….

ohhh…..angin….kuingat sebuah nama….bawalah dia dalam mimpiku
angin, langit, awan….engkau tahu…..aku hanyalah Dewi….bukan Sang Dewi….
aku hanya manusia biasa….yg hanya bisa melantunkan lagu untuk ombak ini
aku hanya manusia….yang hanya bisa mengantarkan rindu pada daun-daun pantai….

Hmmmm……aku bukan Sang Dewi….anginku…aku hanya seorang wanita…..
Lama Dewi termangu……tertidur dikala angin sepoi-sepoi meniup wajahnya….

Akhirnya dia tertidur….lama tertidur….diatas pelepah pasir basah…yg berdesir-desir membelai…
Sang burung pun…menemaninya….menghantarkan tidur Sang Dewi pada alamnya….
Biarlah dia tertidur…..biarlah air hempasan ombak membasahi wajahnya….
Agar ia merasa nyaman dalam buaian kasih….
Biarlah tuk sekali ini burung…awan…angin….laut…karang membelainya…..menenangkan hatinya…

Selamat tidur…Sang Dewi….

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Agustus 2011 in Cerpen

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: