RSS

TITIAN LIDI SANG DEWI

12 Sep

Titian itu dibangun dari lidi yang rapuh,
Diikat oleh rumput – rumput putri malu
Yang disusun berjarak – jarak di antara onak
Dan aku akan meniti di atasnya

Dan ku tanya….
Benarkah engkau akan melangkah bersamaku?
Dengan mantap kau menjawab “ya”
Engkau akan melangkah bersamaku
Di sebuah titian yang terbuat dari lidi – lidi yang rapuh

Engkau tahu titian itu rapuh..
Engkau tahu itu…….!!!!!

Dengan sekali hentakanmu titian itu akan patah
Tapi engkau tetap mau melangkah di waktu itu
Berjanji menuntunku meniti dengan kasih sayang dan pengertianmu
Untuk sampai keseberang menjemput sebuah dimensi kebahagian

Tapi kenapa sekarang disaat satu lidi itu patah
kau gamang, kau pilih mundur
meninggalkan ku di tengah titian
Terayun ke kiri, terayun ke kanan
Dengan semua keletihan dan ketakutan ku

Engkau tahu titian lidi ini rampuh….
Dan kau tahu di bawah titian itu
Ada batu – batu terjal yang siap menerkam tubuh ini
Tapi kau tetap mau meniti bersamaku

Tapi kenapa baru selangkah dua langkah titian lidi itu patah
Dan kau balik kebelankang meloncat
Meninggalkanku terombang ambing
Dalam ketidak pastianku akan takdir cinta

Dan kau tahu aku melangkah dengan segala sakit
karena hujatan onak – onak rumput putri malu

Tapi ku lakukan…….
Ku lakukan……..
karena engkau berjanji meniti bersamaku

kutahankan semua sakit
Ku biarkan darah mengalir dari kaki ini
Ku biarkan tangan juga mengalirkan darah
Karena tusukan – tusukan duri putri malu

Tapi sudahlah aku tak akan lagi bicara
Aku tak mungkin lagi mundur belakang
Karena aku berada di tengah titian lidi rapuh

Aku harus memilih
Mundur berarti aku kalah
Maju berarti aku menderita
Lebih baik aku maju menderita
Dari pada mundur kalah sebagai sorang pecundang

Jadi..….
Jangan lagi engkau tanyakan arti sayang
Jangan lagi engkau berkata sayang
Karena aku tidak mengerti lagi
Apa itu sayang………
Apa itu bentuk sayang……..
Apa itu rasa sayang…..
Yang ku tahu hanya rasa luka…..
dan luka yang mengalirkan darah kehancuran

Jangan lagi engkau berkata kasihan
Dan jangan kau beri lagi aku kasihan
Karena aku bukan seorang pengemis

Berilah aku cintamu
berilah aku akan sayang mu yang nyata
Jangan engkau hadirkan sayang hanya sebatas teori

Biar aku kuat meniti jembatan lidi
Bertalikan rumput putri malu
Biar aku sampai keseberang sana
Meminta keadilanmu, menagih janjimu
Menangih cinta dan sayang mu yang kau janjikan

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 September 2011 in Puisi

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: