RSS

SANG DEWI

26 Sep

Sang Dewi

      Ketika aku sampai di pantai, kabut dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan.

Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak.

kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir Sang Dewi dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.

 

    oooo….aku memandang sang garudeya..menatap tajam kearah langit…kulihat dia duduk menghempas-hempas ekornya….bergelantung Sang Dewi rembulan…berjalan melintasi awan…hmmm. di lengannya…terisi air kehidupan…jatuh tercecer ke tanah bumi….mengibas-ngibas bagaikan selendang warna – warni bidadari. mereka berdua..dalam museum kehidupan. tempat segala cerita hidup menyatu. Sang Dewi takjud…melihat hempasan kuat garuda perkasa…menghantam badai hitam.

Maka cobalah tinjau, di setiap kemabukan. yang dikeramatkan hati pada cinta, lihatlah kemilau senja ini dari nanar sembilu yang kau ramu dalam anggurku. matahari terbakar sebab takdirnya
api, takdirku terbakar sebab cintamu. aku terduduk pongah dalam desiran sang buih menatap sepi…berlalu lantah. ooo..Sang Dewi Senja…hatimu begitu tegar….hadapi masa..kau sinari kami dalam teduh menyapa mimpi menyambut malam…


Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 September 2011 in Puisi

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: