RSS

SURAT DARI SAHABAT

23 Nov

Sahabat…….
Dalam hidup banyak cobaan dan derita yang kita alami dan lalui. Namun jangan jadikan itu membuatmu berputus asa atas hidup dan takdir diri. Dan jangan itu pula yang menjadi alasan kita untuk berpaling dariNya, menyembah selain kepadaNya, meminta pertolongan selain kepadaNya dan mengeluh kepada insani.

Sahabat…….
tiada guna kita meratapi,
tiada guna kita selalu bertanya,
kenapa takdir kita buruk,
kenapa kita selalu ditimpa musibah,
kenapa kita selalu menderita,
kenapa kita selalu gagal dalam hidup.

wahai sahabat……
Karena itu semua rahasia Illahi. Bukti kasih sayang Allah kepada kita, cara Allah mengingatkan kita, Cara Allah menegur kita, cara Allah merangkul kita untuk kembali kepangkuanNya.
Untuk bersujud dan menyadari bahwa kita hanyalah hamba yang lemah dan hina di hadapanNya.

Sahabat…..
Sampai butapun mata ini , meratapi itu semua, tidak akan kita temukan jawabannya.
tiada gunanya air mata ini mengalir kalau alirannya itu dari ratapan nasib. Merugi dan sengsaralah kita bila mata ini buta karena menangis meratapi nasib.

Sahabat…..
marilah kita mengalirlkan air mata ini di dalam bermunajat pada Allah
Di dalam memohon ampunannya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan
Karena kita telah banyak berbuat maksiat dan menzholimin diri kita sendiri.

Sahabat…..
jadikanlah dukamu, jadikanlah deritamu,
suatu kenikmatan, suatu keindahan.
Tanggamu untuk meraih cinta Kekasihmu.
Sebagai sayap kerinduanmu, yang akan menghantarkan mu mesra saat bersamaNya.

Wahai sahabat…….
marilah kita bentangkan sajadah kita. Sujud semata hanya kepada Dia.
Marilah kita gulirkan biji2 tasbih di antara sela jemari-jemari kita yang lemah tiada daya,
di sela jemari-jemari kita yang kotor oleh dosa. Untuk hening dalam zikir, mengingat Dia semata, menyaksikan hakikat dan meleyapkan tabiat.
Mari kita lantunkan nada merdu dan syair-syair indah kalam Illahi yang mengentarkan dan melembutkan hati, menenangkan jiwa.

Wahai sahabat…..
mari kita ratapi,
marilah kita menangis meratapi, akan dosa-dosa, menyesali memohon ampun kehadiratNya.

Sahabat……..
kasih sayang Allah sangat lembut, melebihi lembutnya sutra surga.
Kenapa kita tidak mencintai Dia…?
Ampunan Allah sangat besar, melebihi dosa hamba-hambaNya.
Kenapa kita sombong tak mau bertobat…?
Sabar Allah sangat luas, melebihi alam ciptaanNya.
Kenapa kita selalu mengeluh pada insan, bukan padaNya…?
Keagungan Allah sangat tinggi, melebihi tingginya langit ketujuh.
Kenapa yang dunia, yang kita agungkan….?
Pertolongan Allah sangat ikhlas, tanpa pambrih.
Kenapa kita minta pertolongan kepada yang punah…?

Sahabat…….
Kita hanyalah hamba yang lemah, fakir dan hina di dunia ini.
Marilah kita memohon pertunjukan dan bimbinganNya
Marilah kita memohon pertolonganNya.
Marilah kita memehon sedikit kekuatanNya.
Mari kita memohon kasih sayang dan keridhoanNya.

Sahabat…..
Banyak persimpangan yang kita temui. Banyak persinggahan yang kita lalui. Banyak godaan yang kita hadang. Dalam perjalanan kita pulang,menuju kampunh akhirat kita. Kampung yang sebenarnya.
Kampung azali kita.

Sahabat….
Tanpa petunjuk dan bimbinganNya, kita musyafir yg lemah, fakir dan hina ini akan tersesat di persimpangan duniawi.
Tanpa pertolonganNya, kita akan terperangkap dalam jeruji godaan duniawi.
Tanpa kekuatan dariNya, kita akan terlena di persinggahan. Sehingga kita lupa akan kampung halaman kita, lupa akan asal kita, lupa akan perjanjian kita denganNya.
Dan tanpa kasih sayang serta ridonNya, kita tak akan mampu menerima dan melalui takdir hidup. Dan kita akan selalu sengsara, dan putus asa karena meratapi takdir yang sudah ditentukan untuk diri kita.

Sahabat……
mari kita kuatkan tekad dan luruskan niat di hati kita untuk meraih RidhoNya. Untuk berjalan dijalanNya yang lurus. Agar kita musyafir yg lemah, yang papa dan hina ini, bisa selamat sampai di tujuan. Agar selamat sampai di kampung kita. Meskipun takdir diri membuat kita tertatih dan terseok-seok dalam menempuh perjalanan yang singkat di dunia fana ini.

Ya Allah…..
tuntunlah kami, jangan Engkau biarkan kami tersesat.
Jangan engkau biarkan kami selalu mengeluh karena tusukan duri, dari semak yang kami lalui di hutan belantara duniawi ini. walaupun duri itu menggores raga kami, mengucarkan darah derita dan meninggalkan bekas kepedihan.
Jadikanlah kami menjadi hamba yang sempurna dengan keikhlasan mengabdi padaMu semata.
Dan berilah kami sedikit kekuatan Mu. Agar kami bisa selalu melalui semua ujian dan cobaan dariMu dengan kesabaran sebagai bekal perjalanan kami.

Ya Robbi,
Jangan Engkau palingkan wajah kami dari Mu, sehingga kami tidak dapat merasakan nikmatnya bermunajat kepadaMu. Jika kami teputus dari Engkau maka musnahlah kami. Karena usia kami hanyalah satu tarikan nafas. Jika kami melalaikan Engkau, maka kami tidak akan tahu tujuan diri kami diciptakan. Sehingga kami sibuk dengan yang fana yang akan membuat kami terpedaya sampai kami tidak bisa mengenali kekurangan diri.

Sahabat….
marilah kita istiqomah, tawakal dan tawaduk dalam meraih cintaNya.
Marilah kita ikhlas, sabar tabah dan ridho,
agar kita bisa melihat, makna dan keindahan serta kenikmatan dalam derita itu.

Sahabatku yang terkasih….
Hanya ini yang bisa aku ukir di atas lembaran kertas putih ini. Aku berharap di akhirat nanti, kita termasuk ke dalam orang-orang yang mendapatkan kebahagian. Yang dapat menyaksikan kehadiranNya

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 23 November 2011 in Isi Hati

 

Tag: , , ,

2 responses to “SURAT DARI SAHABAT

  1. someone

    25 November 2011 at 7:15 pm

    Sahabatku yang terkasih….

    Telah kubaca lembaran kertas putih ini. Aku berharap di akhirat nanti, engkau dan aku akan bersua dalam kebahagian, dibawah perlindungan kehadirat-Nya.

     
    • putianggraini

      27 November 2011 at 11:00 am

      maaf saya tidak tahu apakah anda wanita atau laki2. saya lihat di ruang komen ada beberapa komen yang memakai nama SOMEONE dengan alamat email yang sama.alangkah lebih baiknya kalau saudara/saudari memakai jati diri yang sebenarnya. itu sangat saya hargai.
      saya tidak mau nanti ada orang yang berfikir tidak baik atau berburuk sangka kepada saya da menimbulkan fitnah bagi diri saya.

      terima kasih saudara/saudari sering mampir di blog saya.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s