RSS

CINTA SI BURUK RUPA

11 Des

Cinta terus berlari dan berlari. Tak dihiraukannya duri-duri dari semak penghinaan menggores kulitnya, mengalirkan darah segar di setiap lukanya. Meninggalkan bekas kegetiran  sebuah kenyataan.

Betapa pahitnya kenyataan yang harus dia terima. Kenyataan bahwa dia tetaplah si buruk rupa di mata lelakinya. Tak pernah terpikir oleh cinta bahwa kasih sayang lelakinya hanyalah untuk mempermalukan dirinya. Kebahagian sesaat yang didapat Cinta ternyata hanyalah semu belaka. Kini Cinta harus menelan pil pahit sebuah pukulan, yang terasa sangat menghantam sisi batinnya. Menghancurkan kepercayaan diri dan menghadirkan rasa rendah diri pada kaum hawa dan mati rasa pada kaum adam.

Baju indah bersulamkan sayang dan cinta yang diberikan oleh lelakinya, membuat Cinta terlena mengira dirinya akan bisa menjadi seorang putri. Dan menaruhkan harapan akan sebuah kehidupan yang bahagia, yang mampu menghapus lukanya dan siburuk rupanya.

Saat Cinta menari denga baju yang baru, bersulamkan cinta dan kasih sayang. Lelakinya mentertawakannya, dan merenggut baju indah itu dari tubuhnya, sambil melemparkan baju lamanya ke wajah Cinta.

“Wahai Cinta, betapa indahnya baju itu, tapi sayang baju itu tidak cocok untukmu, karena kamu tetaplah si buruk rupa. Baju yang pantas kamu pakai adalah yang compang camping yang lusuh dan kusam ini. Sedangkan baju itu hanyalah cocok untuk seorang wanita yang telah lebih dulu menemani hidupku, dia wanita agung dan suci, dia adalah seorang putri. Jangan pernah kamu bermimpi akan bisa menjadi seorang putri untuk ku, selamanya kamu akan tetap siburuk rupa meskipun pakai mu berhiasakan zamrud dan berlian.”

Bagai disambar petir, Cinta terhempas di atas lantai keterpurukan. Dia tak mengira sama sekali lelakinya tega memperlakukannya begitu kejam. Dengan kehancuran hati Cinta berlari dengan terseok-seok, menghilang dari setiap pandangan mata.

“Ternyata aku tetaplah siburuk rupa, betapa naifnya aku selama ini, mengira lelakiku akan menjadikan ku seorang putri.” Batin Cinta menangis, ingin mengingkari apa yang terjadi. Namun tak kuasa merontak.

Kini lelakinya telah membunuh kehidupannya. Cinta kembali menarik dirinya kebelakang. Kembali ke dimensinya yang sesunyi, sepi dan luka. Sendiri dalam ruang tangisan hampa yang kusam dan kumuh.

Cinta si buruk rupa tak mau lagi, mencoba untuk memakai baju indah yang lain. Cukup bagi Cinta ini yang pertama dan terakhir dalam perjalanan cintanya Cinta.

Cinta adalah si buruk rupa dan selamanya tetap menjadi si buruk rupa. Tak ada lagi harapannya untuk menjadi seorang putri. Biarlah Cinta bersemayam dalam dukanya dan tuduhan. Sendiri menjalani hari esok, yang suram dan kelam. Hidup dalam kepedihan dan hempasan keterpurukan yang tertoreh di setiap butir-butir darahnya.

Cinta tak dendam pada lelakinya, cintanya tetap disimpan dihatinya untuk lelakinya. Biarlah kenangan bersama lelakinya yang akan menemani cinta dalam meniti hidupnya yang tak memiliki arah lagi.

Cinta memeluk erat bayangan lelakinya dalam sanubarinya yang dalam, dalam mimpinya yang buram dalam dekapannya yang lemah tak berdaya.

Dengan tubuh menggigil kedingin, Cinta terduduk lunglai di depan pintu dimensinya yang kelam. Berusaha membukanya kembali dengan tangan yang gemetaran menahankan rasa pilu. Dengan kaki yang mengucurkan darah. Cinta kembali ke dunianya yang dulu. Dunianya yang sepi dan sunyi. Membunuh semua keinginan jiwa.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2011 in gw

 

Tag: , , ,

2 responses to “CINTA SI BURUK RUPA

  1. madjongke

    1 Januari 2012 at 5:16 am

    Bagus sekali

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: