RSS

Arsip Kategori: Catatan Kecil

“Apa Yang Kita Miliki Telah Melebihi ApaYang Kita Harapkan”

Hampir sebagian besar dari kita tanpa membeda gender (Apakah itu laki-laki atau wanita)  menyukai film KungFu. Bahkan ada yang belajar bela diri yang berasal dari biara Shaolin ini. Begitu terkenalnya bela diri Negara Tirai Bambu ini di dunia. Saat kita menyaksikan film KungFu yang sarat dengan bela diri, kita sering dibuat terpana  oleh gerakan-gerakan indah jurus kungfu tersebut. Bahkan anak kecil atau remaja berhayal bisa menguasai bela diri. Mungkin juga kita para orang dewasa.

Kita telah dibuat lupa, akan pesan yang disampaikan lewat film ini. Karena keindahan dan keelokan dari jurus kungfu tanpa disadari, kita terlena dibuatnya sehingga kita tidak bisa menangkap makna-makna atau pesan-pesan tentang kehidupan yang disampaikan lewat film ini.

 “SHAOLIN” Film ini hampir membuat air mata saya menetes, karena begitu sarat dengan pengorbanan, tapi entah mengapa tiba-tiba seperti ada sesuatu yang datang dari dalam diri saya, mengingatkan saya untuk apa saya menangis toh nanti setelah habis film ini kamu akan lupa tentang kesedihan dan pengorbanan yang ditampilkan dalam film ini. Tapi alangkah baiknya kamu mencoba memahami akan kata-kata bijak tentang  kehidupan yang disampaikannya atau pesan tersirat dari setiap gerakan indah dari jurus-jurus kungfu yang dimainkan tersebut.

Salah satu kata yang sangat bijak dan mengandung makna yang begitu dalam bagi saya dalam film “SHAOLIN” yang dibintangi oleh Andy Lau, Jackie Chan, Nicholas Tse dan Fan Bingbing, adalah “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”.

Yang bisa saya tangkap makna dari kata-kata bijak itu adalah:

1. Syukurilah rezeki yang telah di berikan oleh Allah, baik itu banyak atau sedikit, baik atau kurang baik. Janganlah melihat kepada keberuntungan orang (melihat kehidupan orang yang lebih dari kita) tapi lihatlah kepada orang-orang yang tidak beruntung dibandingkan kita dengan begitu kita akan selalu menjadi orang yang sangat bersyukur. (Bersyukur memberikan ketenangan hati).

2. Janganlah mengeluh dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah/ yang telah ditakdirkan oleh Allah atas diri kita. (Menjalani apa yang menjadi takdir diri dengan ikhlas dan tabah menjadikan kita tegar dan dekat dengan Dia)

3. Berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain dengan salah satu cara adalah sedekahkan harta yang kita miliki. Karena rezeki orang lain ada ditangan kita  di titipkan oleh Allah. (Salah satu kebahagian hidup adalah disaat harta benda yang kita miliki bahkan diri kita sendiri bisa bermanfaat bagi orang lain dan agama).

Kata itu membuat saya merenung, dan bertanya pada diri sendiri. Apakah saya akan  bisa dan mampu menjalankan hidup seperti kata bijak “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”. Apakah saya akan mampu menjadi manusia yang bersyukur dengan rezeki  yang telah diberikan oleh Allah. Apakah saya akan selamanya menjadi manusia yang meletakkan dunia di kepala, punggung dan dikedua pundak saya……………???

Mampukah saya menjadikan dunia sebagai sarana saya untuk berdakwah dijalan Allah. Menjadikan dunia kendaraan yang akan menghantarkan saya menuju jalan Allah.

Sementara godaan dan liukkan tubuh dunia masih suka mengoda hati dan ego saya untuk menaklukkan dan mendapatkan keelokkan dan kemolekan liukkan tubuh dunia.

Akankah saya mampu menjadi manusia yang bisa berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain. Dan menganggap bahwa rezeki mereka ada ditangan saya di titipkan oleh Allah. Atau saya akan menjadi orang yang kikir dan baqil………….???

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Desember 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , , ,

KEHILANGAN YANG MENYAKITKAN

Setiap insan di dunia akan merasakan sekali dalam hidupnya kehilangan yang sangat menyakitkan. Terkadang kita merasa tak mampu untuk menghadapainya atau menjalani rasa kehilangan yang terdalam.

Percayalah bahwa kita akan merasakan sakit kehilangan. Ada yang di datangkan cepat oleh Allah, ada yang di datangkan lambat oleh Allah. Hanya menunggu waktu saja.

Bagi yang sakit kehilangan di datangkan cepat bersyukurlah karena Allah sangat sayang pada kita. Dia tak ingin melihat kita terlalu jauh melangkah dalam salah. Dia ingin cepat mendekap kita dalam Kasih sayang dan Cintanya.
Bagi yang belum didatangkan sakit kehilangan, waspadalah….janganlah terlena karena Allah masih menguji kita untuk itu persiapkanlah diri dalam keimanan dan takwa kepada-Nya.

Kita harus menyadari bahwa apa yang kita miliki itu bukan milik kita. Tapi titipan dari Allah. yang sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh Allah dari hidup dan genggaman tangan kita. Bahkan nyawa kitapun bukan milik kita. Hanya sikap ikhlas dan ridolah yang mampu membuat kita kuat dalam kehilangan.

Semua itu hanyalah sebatas cobaan dari Sang Kuasa, yang menguasai semua alam dan makhluknya. Juga yang menguasai hati dan membolak balikkannya. Itulah bukti sayangnya Allah pada makhluk-Nya.

Jangan pernah menyalahkan takdir, tapi bersyukurlah karena itulah cara Allah menyayangi kita. Dia merangkul kita dengan kasih sayang-Nya. Agar kita kembali kepada-Nya. Dan menyadari bahwa hanya Dia yang kita butuhkan, tempat kita menyandarkan hidup dan jiwa kita. Dan menyadari akan perjanjian kita dengan Dia, sewaktu ruh kita akan ditiupkan ke dalam rahim seorang wanita yang bernama Bunda/ibu. Hanya Dia tujuan kita dan kiblat kita dalam perjalanan pulang ke kampong azali kita.

Hanya Allah teman sejati kita dalam mengarungi lautan kehidupan. Dia tidak pernah membenci dan dendam, meskipun kesalahan kita seluas bumi dan langit. Kasih sayang-Nya Yang Maha Luas, akan selalu menemani kita dalam badai dan gelombang derita kehidupan. Dia juga tidak pernah tergesa-gesa dalam mengambil suatu keputusan untuk hidup kita. Dan Dia tidak pernah memberikan beban cobaan pada kita melebihi kemampuan dan tingkat keimanan kita.

Satu-satunya cara untuk menghadapi sakitnya kehilangan adalah mensyukurinya dan bermuhasabah diri.

Janganlah pernah dendam atas sakit kehilangan yang kita alami. Dan jangan putus asa. bersimpuhlah dihadapan Sang kholiq memohon diberi keikhlasan, kesabaran dan kekkuatan untuk menjalani ujian-Nya.

IKHLASI DAN RIDOLAH ATAS APA YANG ALLAH TELAH TAKDIRKAN PADA DIRI KITA. KATAKLAN PADA DIRI KITA BAHWA ALLAH SANGAT SAYANG PADA KITA.

SALAM CINTA DAN SAYANG BUAT SAUDARAKU YANG SEDANG DI UJI OLEH ALLAH. AKU TAHU RASA SAKIT KEHILANGAN ITU. TAPI CINTA ALLAH LAH YANG MEMBUAT KITA KUAT. DAN KASIH SAYANG DARI SAHABAT-SAHABAT YANG SELALU MEMBERI DORONGAN PADA KITA.

NB: terima kasih buat sahabat baikku:
• Mawar Hitam, yang telah mengingatkan ku akan kasih sayang Allah. Dan telah memberikan aku pilar-pilar yang kokoh untuk tegak. Memberikan semangat untuk ku kembali kuat. Nasehat-nasehatmu sangat berarti bagiku, Insya Allah akan selalu aku ingat. Terima kasih untuk cinta dan sayangmu. Dalam sakitpun engkau tetap membantuku.
• Mutia Farida, yang selalu menemani ku dalam duka, yang ga pernah bosan mendengarkan keluhanku, meski engkau telah hafal apa yang akan aku utarakan. Tapi engkau tetap setia mendengarkannya tanpa ada sikap bosanmu. Engkau yang selalu ingat akan kesehatanku, engkau yang selalu ngomel kalau aku lalai dalam menjaga kesehatanku dan makan ku. Engkau mengenalku melebihi engkau mengenal dirimu. Engkau tahu dengan baik bagaimana keadaanku.Engkau yang selalu ada disetiap aku butuhkan.Terima kasih karena engkau telah mengorbankan materi dan moril untuk ku

TERIMA KASIH ATAS DOA KALIAN PADA KU, AGAR AKU BISA BERDIRI TEGAK DAN KUAT DALAM MENGARUNGI KEHIDUPANKU.
KALIANLAH SAHABAT-SAHABAT TERBAIKKU. KALIAN YANG LEBIH DULU MENANGIS DAN MERASAKAN SAKITKU. AKU TAK AKAN BISA MELUPAKAN KEBAIKAN DAN JASA KALIAN… INSYA ALLAH SELAMA HIDUPKU.
KARENA KALIAN YANG SELALU ADA DAN DEKAT DENGANKU DISAAT AKU SAKIT.

Sekarang aku sadar bahwa cinta dan kasih sayang kalianlah yang aku butuhkan. Cinta dan kasih sayang kalian benar-benar nyata dan tulus padaku.  Kalian berdua tidak pernah  banyak berteori tapi banyak melakukan tindakan untuk kebaikan ku.

SEMOGA SUATU SAAT AKU BISA MEMBALAS KEBAIKAN KALIAN BERDUA. DOAKU SEMOGA ALLAH SELALU MERAHMATI DAN MENJAGA KALIAN BERDUA.
AMIN……..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , , ,

SEBAGAI PERTANDA ATAU GODAAN … ?

Ini hari kelima, panas dibadanku bertahta indah. Berbagai obat sudahku telan bulat-bulat dan lonjong serta cair. Dengan ku sertai doa memohon kesembuhan kepada Yang Maha Pemberi kesembuhan dari segala penyakit.

Alhamdulillah panas itu belum juga beranjak dan masih bercokol dari tubuh yang sudah ringkuh dan ringkih.
Tubuh yang semakin hari semakin mengecil karena daging semakin menyusut, tetap mencoba bertahan dan bersabar dengan penyakit ini.

Entah itu Cuma ilusi karena panas atau memang nyata adanya. Aku sungguh tidak tahu. Tapi dua kali aku melihat sosok bayangan putih di kamar belakang.Kamar yang akhir-akhir ini ku pakai untuk bercakap-cakap dengan Kekasihku dikala pagi, siang, sore dan malam. Kamar tempatku mengadu atas semua perjalanan hidupku dari hari ke hari kepada Kekasihku.

Ya Allah ….. apakah itu pertanda bahwa hamba sudah dekat dengan gerbang kampung halaman hamba. Atau itu hanya sebagai godaan setan untuk menyesatkan hamba?

Ya Allah … kalau sakit ini adalah ujian dari-Mu maka berikanlah hamba keikhlasan dan kesabaran dalam menjalaninya.
Kalau memang hamba sudah mendekati gerbang kampung hamba, maka hamba yang lemah, fakir dan hina ini memohon ampunan-Mu. Hamba memohon dengan segala aib dan kehinaan hamba, izinkanlah hamba dan ridhoilah hamba untuk memasuki gerbang itu dalam keadaan bertaubat, istiqomah, tawakal dan tawaduk pada-Mu ya Ilahi.
Izinkah hamba memasuki gerbang itu dalam keadaan sujud karena cinta yang dalam kepada-Mu wahai … Terkasih. Izinkanlah hamba dalam keadaan selalu zikir karena rindu yang sangat syahdu ingin bertemu dengan-Mu … wahai Kekasih.

Ya … Allah kalau itu adalah godaan sang iblis, maka hanya Engkaulah satu-satunya tempat hamba memohon perlindungan. Jangan Engkau biarkan hamba lalai karena rayuan sang penyesat hati dan kalbu

wahai … Robbi
Ampunilah hamba … ampunilah hamba … ampunilah hamba …

Tetapkalah nikmat Islam dan Iman di hati hamba sampai Engkau panggil hamba untuk kembali ke azali hamba ya Allah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 November 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , ,

PERJALANANKU…. MELINTASI JAKARTA SAMPAI PURWOREJO… (Bag III)

3.30 WIB

Banyumas, perbentian kami untuk sesaat karena ada beberapa teman yang harus membuang oli badannya alias buang air kecil. Sekalian serah terima jabatan sopir dari Pak Rosli ke Pak karma.
Karena keletihan dan lelah kami semuanya tidur. Tinggalah Pak Kamar nyopir sendirian tanpa ada teman bicara. Begitu kami pada bangun, dia protes karena tidak ada satupun dari kami yang terjaga untuk menemani dia berbicara disaat nyopir. Dan itu membuat dia BT habis.
Kami semua pada ketawa ngangkak lihat dia uring-uringan karena ditinggalkan sendiri dan di cuekin.
Aku bilang bagaimana kami tidak tertidur wong bapak nyetirnya kaya keong , jalan mobilnya lambat sekali sehingga membuat kami serasa di atas ayunan jalinan tali sutera. Pak karma orangnya sangat hati-hati kalau nyopir dan selalu was.

4.30 WIB
Berhenti di SPBU karang Jati Randegan Cilacap untuk mengisi bensin sekalian sholat subuh.
Di sini kami di buat bingung oleh penjaga toilet yang baru bangun dari tidurnya. Di waktu kami menanyakan apakah Purworejo masih jauh…..???? (maklum tak satupun dari kami yang tahu Purworejo, sementara yang tahu Porworejo semuanya berada di mobil ke dua. Dan mereka masih jauh di belakang kami).
Penjaga toilet bilang kalau kami sudah melewati Purworejo. Dia mengasih tahu kalau kami itu sudah sangat jauh melewati Purworejo. Kami semua pada bingung, karena harus balik kebelakang lagi dan itu berarti akan memakan waktu berjam-jam lagi. Sementara kami semua benar-benar sudah pada letih. Apalagi yang cowoknya yang bergantian nyopir. Sudah pengen _ pengen cepat sampai untuk mandi karena badan ini sudah terasa lepek bangat.
Dan yang lebih membuat kami bingung selama perjalanan tidak ada satu kotapun yang kami temukan bernama Purworejo. Sementara bapak penjaga toilet bilang kami sudah sangat jauh meninggalkan kota Purworejo. Begitu di mushola saya bertanya lagi pada seorang bapak-bapak yang barusan selesai sholat subuh. Dia bilang Purworejo masih jauh di depan.
Nah loh mana yang benar nich. Masa dua orang penduduk disitu memnberikan keterangan yang berbeda. Teman-teman yang dimobil satu lagi, ditelepon ga ada yang angkat.
Akhirnya temanku Annisa kembali menemui penjaga toilet untuk mengkomfirmasikan keterangan dari bapak yang kami temui di mushola. Lama pejaga toilet itu terdiam sepertinya dia berfikir. Terus dia bertanya, Purworejo ya….??? “iya” jawab kami serempek….
“ooo…kalau Purworejo masih jauh, yang sudah kalian lewati itu kota Purwokerto”
Huuuuufffffffff dasar penjaga toilet. Ternyata tadi waktu kami bertanya dia belum sadar dari mimpinya kali ya…..
Jadi saran saya jangan bertanya pada orang yang baru bangun dari tidur, karena yang di dapat adalah keterangan yang ngigau…..( ha ha ha…bikin bingung dan stress).
Di dalam mobil kami semua ga bisa menahan ketawa karena subuh-subuh sudah dikerjain oleh penjaga toilet.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , ,

MALANGNYA NASIBMU BANGSA KU

negerikuEntah apa yang sedang terjadi di negeri ini… sungguh saya tidak mengerti dan sangat prihatin dengan kejadian demi kejadian yang berlaku di negeri ini. Mata rantai manakah yang hilang di negeri ini. Kenapa negeri ini tidak lepas dari kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Generasi Penerus ?

Para mahasiswa yang diharapkan bisa menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini kenapa cendrung bersikap anarkis? Mereka lebih memilih menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan bahkan tawuran. Dimana letak intelektual mereka dalam menyikapi suatu masalah?. Apakah ini sebuah sikap primitif dalam berfikir? Ataukah kecenderungan emosional anak muda?. Hmmmm…saya jadi bertanya kembali….. Apakah generasi seperti ini yang akan memimpin negeri ber-Bhinneka loh Jinawi seperti ini?. Apakah bangsa ini hanya bisa melahirkan generasi –generasi yang hanya bisa menyandang status intektual tapi tidak berfikir benar – benar seorang intektual.

Dari Mahasiswa Hingga DPR

Sering terjadi di seluruh negeri, bentrokan antar mahasiswa yang selalu memakan korban,hanya karena dendam lama. Bahkan rumah kost , kendaraan bermotor juga ikut dibakar. Betapa tragisnya, apa mereka tidak berfikir bahwa harapan orang tua dan Negara ada dipundaknya mereka.

Dan yang lebih ironis lagi adalah anggota DPR yang bersikap kanak – kanak dalam setiap sidang. Etika dan moral terabaikan. Betapa terlihat ketidak dewasaaan mereka dalam bersikap dan ketidak matangannya dalam berpolitik. Sadarkah mereka kalau sikap mereka itu ditonton oleh beribu – ribu mata di negeri ini?. Entah….sadar atau tidak sadar mereka sudah mengajarkan cara bermusyawarah dan berpolitik yang sangat bobrok pada generasi penerus.

Tak perlu bertanya… kalau kadang – kadang mahasiswa dan pelajar meniru sikap mereka yang orogan dalam menyelesaikan masalah. Terkadang saya bertanya atas dasar apakah sebenarnya mereka itu dipilih untuk duduk di kursi DPR. Apakah mereka benar –benar peduli akan nasib negeri ini atau hanya sebatas visi dan misi saja?

Salah Siapa?

Jangan hanya bisa menyalahkan dunia pendidikan yang tidak bisa melahirkan generasi yang baik. Tapi cobalah pemimpin – pemimpin negeri ini tuk merenung sejenak. Sudahkah mereka memberikan contoh yang baik dalam sikap dan bertindak? Sudahkah mereka mengajarkan bagaimana bermoral dan bijak dalam bersikap? Benarkah mereka sudah mengerti akan arti insan yang intektual dan modern ………???

Benarkah kita ini sudah merdeka………………………..???????

Atau kita masih dijajah…………………..????

Masih adakah artinya kita memperingati kemerdekaan sekarang ini , kalau kita masih terbelenggu oleh sikap primitif…… dan masih terjajah dalam moral dan etika…..Sungguh Malang Nasibmu Bangsaku…..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Agustus 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , , , ,

PERJALANANKU…. MELINTASI JAKARTA SAMPAI PURWOREJO… (Bag II)

21.30 WIB

Hhmmm…waktunya untuk memenuhi tuntutan Sumatera bagian tengah alias perut…
Kami berhenti Sumedang jalan Rancakekek KM 23 untuk menambah enargi yang sudah banyak terkuras selama perjalanan.
Rumah Makan Ampera adalah tempat yang kami pilih untuk makan, karena di sana bisa lesehan. Jadi bisa untuk sesaat meluruskan kaki menghilangkan penat yang selalu tertekuk di dalam mobil. Makan di sini ala suka dewe, silahkan ambil makanan sesuka hati dan sesuai selera masing – masing. Karena banyaknya pengunjung yang berhenti untuk makan di sana membuat aku harus berdiri di samping kasir, untuk memberi tahu mana yang kelompok kami dan mana yang bukan. Hahahaha…akhirnya aku makan terakhir, ya resiko sebagai bendahara, tapi aku senang – senang aja. Yang penting teman – teman bisa merasa nyaman dan santai menikmati makan malam.
Ada yang mengelitik hatiku dan membuat aku tertawa, tanpa ku sadari ternyata kasir itu adalah seorang laki – laki. Tadinya ku pikir wanita. Ha ha ha… karena dia begitu luwes, ramah dan murah senyum dalam melayani aku yang berdiri disampingnya untuk memberi tahu mana yang harus dia masukkan ke dalam tagihanku mana yang tidak, karena kelompok kami berbaur dengan pengunjung lain dalam mengambil makanan. Wajah kasir itu begitu mulus berbalutkan dengan makeup tipis dan lipstick tipis di bibirnya. Sementara aku walah jangan ditanya bagaimana amburadulnya wajah ini….. boro – boro makeupan bedak dan lipstikpun tidak ada yang nempel di wajah ini. Ku akui aku kalah dengan dia dalam segi berdandan dan penampilan, ha ha ha.
Waktu akan meninggalkan RM Ampera aku dikerjain ma temanku Pak Rosli… aku yang tidak mengerti bahasa Sunda, mencatat begitu saja tulisan yang terpampang di depan rumah makan “Wilujeng Sumping” dia bilang itu nama rumah makannya. Tapi aku heran kenapa dia ketawa ngangkak begitu…??? Selidik punya selidik ternyata kalimat wilujeng sumping itu artinya Selamat Datang…. Ha..ha..ha..(aku mengetawain kebodohanku sendiri).

Alhamdulillah……Allah masih memberi kami rezeki, sehingga kami masih bisa menikmati gurihnya nasi dan lezatnya lauk pauk. Sementara dibelahan dunia yang lain masih banyak yang menderita kelaparan… hanya puji syukur yang bisa kami aturkan kepada Mu ya Allah..dan berikanlah kehalalan dan keberkahan pada makanan yang barusan kami makan… amiiinnnnn………

1.20 WIB

Kami berhenti di SPBU Imbanagara Ciamis. Kini saatnya mobil kami yang butuh energi. Hhmmm……. Ternyata bukan manusia aja yang butuh energi, mesin juga butuh energy.
Dari rumah makan di Sumedang sampai SPBU di Ciamis temanku gila benar bawa mobilnya…nyelip sana, nyelip sini….entah berapa sudah truk dan fuso diselip dia…. Aahhh.. dasar Juriadi, bawa mobil kaya lagi balapan alias Relly aja… tapi seru juga, hitung – hitung sport jantung. Aku sampai ngangkak lihat Pak Karma yang bawel ngingatin Juriadi jangan bawa mobil ngebut…. Tapi temanku Nisha malah ngomporin untuk menambahkan kecepatan…. Benar – benar seru pertualangan malam itu….
Guys…..you are The best

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Juli 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , , ,

PERJALANANKU…. MELINTASI JAKARTA SAMPAI PURWOREJO… (Bag I)

Perjalanan ini mampu memberikan suatu pengalaman spiritual akan keagungan Allah, Maha Besar Engkau ya Allah.. begitu indah dan sempurnanya Engkau menciptakan bumi beserta isinya.

“Dan mereka memikirklan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau.” (QS. Ali ‘Imran: 191)

Aku bagaikan katak yang keluar dari tempurung melihat akan keindahan yang Engkau lukiskan di langit dan bumi.

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
Akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabb-ku

17.30 WIB
Bismillahi tawakkaltu ‘alallohi la haula wala quwwata illa billahi………

Perlahan tapi pasti mobil mulai meninggalkan jejaknya di kampus, disinilah perjalanku dan teman – teman dimulai untuk melintasi Jakarta – Purworejo.
Hmm…. Apakah aku mampu melintasi Jakarta – Purworejo???
Ada sedikit keraguan di hati untuk melakukan perjalanan ini melihat kondisiku yang tidak sehat dan harus menepuh perjalanan yang panjang. Tapi ku mantapkan niat di hati ini untuk melakukan semua ini. Sambil berdoa “Hasbunallah wa ni’mal wakil”

19.20 WIB
Pemberhentian pertama di Press Area KM 57.

Tempat yang sungguh lengkap sebagai tempat peristirahatan, ada market dan berbagai macam kuliner. WCnya yang sungguh benar-benar dijaga kebersihananya.
Disini kami berhenti untuk mengisi bensin dan sholat Isya.

Subhanallah….Mesjid At – Taubah sungguh indah dan mengagumkan mampu mengetarkan hati ini. Kubah di dalam mesjidnya sungguh indah, seperti kita menatap langit sungguhan. Tadinya ku pikir aku melihat langit langsung tapi ternyata itu adalah lukisan langit lengkap dengan penghiasnya para bintang, tapi seperti asli. Terasa tenang sholat di sini, sempatku merasakan seperti sholat tarawih di bulan Ramadhan. Aku sungguh terharu dengan suasana di dalam mesjid tanpa kuasa air mata ini menetes karena betapa besarnya keagungan Allah yang kurasakan.
Ya Allah apa aku akan bertemu dengan bulan suci-Mu di tahun ini???

Selesai sholat ku lihat ada seorang wanita yang sholat dengan tetap menyelempangkan tas kecil berwarna putih dibahunya.
Aku sempat bertanya apa di mesjid ini tidak aman??? Tapi wanita yang lain yang sholat disitu meletakkan tas mereka di samping atau di depan mereka. Kalau disini tidak aman, tentu mereka juga akan menyandang tas sambil sholat. Tapi sudahlah bantah hatiku. Tiap orang mempunyai hak apa yang ingin mereka lakukan. Semua itu tergantung pada niat, kepercayaan dan sangkaan kita sama Allah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2011 in Catatan Kecil

 

Tag: , ,