RSS

Arsip Kategori: gw

CINTA SI BURUK RUPA

Cinta terus berlari dan berlari. Tak dihiraukannya duri-duri dari semak penghinaan menggores kulitnya, mengalirkan darah segar di setiap lukanya. Meninggalkan bekas kegetiran  sebuah kenyataan.

Betapa pahitnya kenyataan yang harus dia terima. Kenyataan bahwa dia tetaplah si buruk rupa di mata lelakinya. Tak pernah terpikir oleh cinta bahwa kasih sayang lelakinya hanyalah untuk mempermalukan dirinya. Kebahagian sesaat yang didapat Cinta ternyata hanyalah semu belaka. Kini Cinta harus menelan pil pahit sebuah pukulan, yang terasa sangat menghantam sisi batinnya. Menghancurkan kepercayaan diri dan menghadirkan rasa rendah diri pada kaum hawa dan mati rasa pada kaum adam.

Baju indah bersulamkan sayang dan cinta yang diberikan oleh lelakinya, membuat Cinta terlena mengira dirinya akan bisa menjadi seorang putri. Dan menaruhkan harapan akan sebuah kehidupan yang bahagia, yang mampu menghapus lukanya dan siburuk rupanya.

Saat Cinta menari denga baju yang baru, bersulamkan cinta dan kasih sayang. Lelakinya mentertawakannya, dan merenggut baju indah itu dari tubuhnya, sambil melemparkan baju lamanya ke wajah Cinta.

“Wahai Cinta, betapa indahnya baju itu, tapi sayang baju itu tidak cocok untukmu, karena kamu tetaplah si buruk rupa. Baju yang pantas kamu pakai adalah yang compang camping yang lusuh dan kusam ini. Sedangkan baju itu hanyalah cocok untuk seorang wanita yang telah lebih dulu menemani hidupku, dia wanita agung dan suci, dia adalah seorang putri. Jangan pernah kamu bermimpi akan bisa menjadi seorang putri untuk ku, selamanya kamu akan tetap siburuk rupa meskipun pakai mu berhiasakan zamrud dan berlian.”

Bagai disambar petir, Cinta terhempas di atas lantai keterpurukan. Dia tak mengira sama sekali lelakinya tega memperlakukannya begitu kejam. Dengan kehancuran hati Cinta berlari dengan terseok-seok, menghilang dari setiap pandangan mata.

“Ternyata aku tetaplah siburuk rupa, betapa naifnya aku selama ini, mengira lelakiku akan menjadikan ku seorang putri.” Batin Cinta menangis, ingin mengingkari apa yang terjadi. Namun tak kuasa merontak.

Kini lelakinya telah membunuh kehidupannya. Cinta kembali menarik dirinya kebelakang. Kembali ke dimensinya yang sesunyi, sepi dan luka. Sendiri dalam ruang tangisan hampa yang kusam dan kumuh.

Cinta si buruk rupa tak mau lagi, mencoba untuk memakai baju indah yang lain. Cukup bagi Cinta ini yang pertama dan terakhir dalam perjalanan cintanya Cinta.

Cinta adalah si buruk rupa dan selamanya tetap menjadi si buruk rupa. Tak ada lagi harapannya untuk menjadi seorang putri. Biarlah Cinta bersemayam dalam dukanya dan tuduhan. Sendiri menjalani hari esok, yang suram dan kelam. Hidup dalam kepedihan dan hempasan keterpurukan yang tertoreh di setiap butir-butir darahnya.

Cinta tak dendam pada lelakinya, cintanya tetap disimpan dihatinya untuk lelakinya. Biarlah kenangan bersama lelakinya yang akan menemani cinta dalam meniti hidupnya yang tak memiliki arah lagi.

Cinta memeluk erat bayangan lelakinya dalam sanubarinya yang dalam, dalam mimpinya yang buram dalam dekapannya yang lemah tak berdaya.

Dengan tubuh menggigil kedingin, Cinta terduduk lunglai di depan pintu dimensinya yang kelam. Berusaha membukanya kembali dengan tangan yang gemetaran menahankan rasa pilu. Dengan kaki yang mengucurkan darah. Cinta kembali ke dunianya yang dulu. Dunianya yang sepi dan sunyi. Membunuh semua keinginan jiwa.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2011 in gw

 

Tag: , , ,

KERINDUAN CINTA

Cinta tak mampu memendung curahan air mata yang mengalir dari sukmanya yang terkoyak.“Lelakiku, kini engkau tiada lagi disisiku,” batin Cinta berbisik lirih.

Lelakiku tahukah engkau, bagaimana hari demi hari yang ku lalui tanpa kamu disampingku. Begitu terasa jauh dan lelah raga ini menempuh perjalanan waktu dalam kesendirian.

Lelakiku sirna sudah kebahagian itu, tergantikan oleh sepi, sunyi dan duka serta penyesalan. Urat nadiku sudah dirajam oleh siksaan rindu yang tak berakhir. Membuatku selalu terjaga dalam alam ketidakwarasanku.

Cinta sekarang bukanlah Cinta yang dulu. Tiada wajah yang berseri dulu lagi, tiada semangat yang menghidupkan kehidupanya. Tiada tawa yang menghias sudut bibirnya. Tiada lagi mata yang bening yang selalu menatap mu dengan sayangnya.

————————————————————————————————————————-

Cinta tidak tahu apakah dia sanggup bertemu dengan lelakinya, meskipun rindu selalu menghentak jaringan syarafnya untuk bertemu. Cinta malu dengan keadaannya yang sekarang. Badan yang sudah ringkih dan sangat kurus. Tulang pipi yang menonjol sombong di wajahnya. Guratan ketuaan begitu nyata terlukis diwajah yang dulu segar. Penyakit yang mengerogotinya, membuat dia tidak selincah dulu lagi. Kini Cinta tak ubahnya bak orang tua yang menanti hari akan berakhir, tidak ada daya dan keinginan untuk menggapai asa yang tersulam indah di langit.

Orang-orang yang ada disekitar Cinta memandang dengan berbagai pertanyaan dibenak mereka, ada yang melontarkan ada yang hanya menyimpan dan berguman.

“Kenapa Cinta berubah dratis dalam dua bulan ini?”

“Kenapa Cinta sering sakit-sakitan?”

“Kenapa mata tajam Cinta sekarang redup?”

“Kenapa Cinta begitu kurus, kemana badan yang berisi dulu?”

“Kenapa perut Cinta semakin besar, hamilkah Cinta?”

“Kenapa wajah Cinta sekarang kelihatan tua bangat?”

Cinta hanya menyambut dengan senyuman, setiap pertanyaan. Cinta tak perlu menjelaskan kepada mereka kenapa dirinya berubah sangat dratis.

Tahukah kamu wahai lelakiku. Perubahan itu , sejak engkau tiada lagi mendampingi hari-hariku.

Cinta sering sakit-sakitan karena, harus menekan semua rasa rindu dan sayang, jauh-jauh di dalam aliran darahnya dan jantungnya. Membuat dia terseok-seok untuk tegak.

Mata tajam Cinta redup karena, tiada lagi harapan cinta dari lelakinya yang menghidupkan mata jiwanya. Mata itu redup kelelahan mengalirkan air mata disetiap harinya. Air mata rindu dan air mata penyesalan.

Cinta kurus karena, menantikan dan selalu mengharap akan kehadiran lelakinya. Untuk memetik sebuah harapan dan memberikannya dalam pelukan cinta dan kasih sayang.

Perut Cinta semakin membesar bukan karena hamil. Tapi sejak keguguran 2,5 bulan yang lalu. Membuat perut itu tidak normal. Terkadang Cinta harus melawan sendiri rasa nyeri yang menghentak dari dalam. Sampai membuat dia tak mampu untuk bangkit dan melangkah. Hanya merangkak seperti bayi menuju ke kamar mandi. Cinta tahu ada yang salah dengan perutnya, namun dia hanya mampu pasrah pada Ilahi.

Wajah Cinta kelihatan tua dan guratan hadir disetiap sudut wajah, karena Cinta sudah sangat lelah dengan deritanya, dengan kesendiriannya, dengan perjuangannya, serta rasa penyesalannya atas salah yang telah dia lakukan.

…………………………………………………………………………………………………………

Cinta merindukan sosok lelakinya, tapi hanya bisa bertemu dalam mimpi. Guratan tua di wajahnya, itu adalah bukti kesetian Cinta dalam penantiannya. Menanti lelakinya yang tak mampu tergantikan oleh lelaki yang lain. Begitu dalamnya rasa cinta , sayang dan rindu Cinta pada lelakinya. Cinta selalu setia menantikan lelakinya meskipun dia tidak tahu akankah lelakinya akan kembali …. Menghantarkan sayang pada Cinta.

Wahai lelakiku … Cintamu akan selalu setia menantikan mu disini. Di pinggir danau ini….

Untuk lelakiku yang tak tergantikan

Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2011 in gw

 

Tag: , , , , , ,

TWO “G” JAGOAN ME (BAG I)

“G” ONE JAGOAN ME

pembalan valentino rosi“G” one… adalah jagoanku pecinta motor… Valentino Rosi adalah jagaon favoritnya….kalau sudah ada acara balapan motor di TV tidak boleh diganti chanelnya. Sampai – sampai dia minta dibelikan motor… padahal waktu itu umurnya baru 3 tahun. Dia sampai sakit karena sangat ingin memiliki sebuah motor. Akhirnya sang ayah, adikku bela – belain beli motor kecil, aku sampai geleng – geleng kepala karena tu motor persis kaya motor benaran lengkap dengan mesinnya, bagaimana mungkin dia bisa membawanya…??? Umurnya baru 3 tahun waktu itu. aku bilang pada adikku kalau dia itu buang – buang uang saja beli motor gituan kan ga murah. Kata adikku uang dapat dicari tapi anak tidak akan mudah didapatin. Hhhhmmmm………. Aku pikir iya juga. Buktinya setelah motor ada di rumah “G” one langsung sembuh… dia selalu mengelus tu motor dan memandangnya. Hahahaha….memang aneh “G” one. Kalau main PS dia suka bangat memainkan games balapan motor atau mobil. Sekarang dia sudah besar sudah kelas 2 SD sudah bisa bawa motor kecilnya ga hanya cuma mengelus – elus saja lagi.

“G” one hobinya mengotak atik semua mainan mobil – mobilan atau mainan motor –motorannya. Mainannya hanya bertahan utuh sehari setelah dibeli. Setelah itu dah bercerai berai semua komponennya karena dia hobi bangat membongkar mainannya itu untuk mengetahui bagaimana merakitnya kembali. Dia sangat berbakat dalam bidang mekanik. Saya masih ingat di umur 4 tahun dia membongkar dan mengutak atik mobil – mobilan yang memiliki sirkuit balapan alias TAMIA. Katanya biar kencang laju mobilnya jadi bisa menang kalau lomba.

“G” one… suka bangat kalau di foto… begitu lihat kamera langsung pasang gaya. Entah sudah berapa banyak fotonya. Mulai dari kecil sampai sekarang. Satu gayanya yang aku selalu ingat, karena gaya itu tidak pernah tinggal bila dia berfoto. Mau tahu apa gaya favoritnya….???…. gaya favoritnya itu dalah tangan di pinggang…. Hahahaha……

“G” one ga suka bermain keluyuran. Dia lebih suka di rumah melihat ayahnya bekerja. Memperhatikan apa yang ayahnya lakukan. Setelah itu dia coba…waktu umur 4 tahun dia sudah paham bagaimana menggunakan HP, memotret lewat HP dan menelphon orang atau mengangkat telphon. Dia tahu bagaimana membuka game di HP dan bagaimana memainkan game itu, dia tahu apa penyebab HP error. Cuma sms aja yg dia tidak bisa karena belum bisa menulis. Hahahaha….
Di umur 4 Tahun dia juga sudah mengoperasikan kamera Nikon D40. Hasil bidikannya bagus – bagus. Dia kalau disuruh menceritakan apa yang dia lihat maka dia akan menceritakannya sangat detail sekali, sampai – sampai kita malah bosan dengarinnya karena ga sabar mau tahu akhir dari ceritanya.

“G” one, orangnya agak serius dan juga agak sensitif… hmmmmmm kalau boleh di bilang dia itu jaim dan agak berwibawa. Suka dengan kebersihan dan kerapian, ya boleh dibilang orangnya agak perfec kalau masalah kebersihan dan kerapian. Tapi dia sangat suka berteman dan peduli dengan teman – temannya yang kurang beruntung hidupnya. Dia senang mengajak temannya bermain ke rumah. Mereka akan bermain mobil – mobilan dan motor – motoran. Kalau teman –temannya sudah datang bermain, rumah jadi ramai dan penuh anak – anak yang usianya beragam. Canda dan tawa mereka memenuhi runagan tengah. Aku sangat senang dan merasa beruntung memiliki “G” one….karena dia bisa berbagi mainan dengan anak – anak yang tidak tidak mampu tanpa membeda – bedakan mereka. Sehinnga impian dan hanyalan anak – anak yang kurang beruntung untuk bisa bermain mobil – mobilan atau motor – motoran bisa terpenuhi. Melihat senyum dan tawa mereka serasa indahnya dunia ini…

Itulah sekilas tentang “G” one jagoan me.

Doa ku semoga dia menjadi anak yang sholeh bagi orang tuanya dan demarwan untuk saudara –saudaranya yang kurang beruntung. Mudah tersentuh hatinya melihat derita saudara – saudaranya yang kurang beruntung. Ringan tangannya untuk memberi dan cepat kakinya untuk membantu orang – orang yang kurang beruntung.
Amiiinnnnnn……….

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Agustus 2011 in gw

 

Tag: , , , ,

TAK PERLU AKU MENJELASKAN

Kehidupan ini hanya sementara bagi ku
Cacian, makian, cibiran dan hinaan orang,
itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku,
orang berburuk sangka padaku ,
itu cemilan sehari-hari juga bagi ku.
Kerasnya kehidupan sudah banyak mengajar berbagai hal padaku,
Banyaknya cobaan dan derita dalam hidup ku….
Membuat aku mengerti dan memahami bagaimana berjuang untuk hidup
Apa yang aku lakukan hanya aku dan Tuhanku yang tahu tujuannya
Bagaimana kondisi dan keadaan jiwa dan raga ku
hanya Tuhan dan aku yang tahu
Tak perlu aku menjelaskan pada kamu, kamu dan kamu…
Ku tak butuh simpati atau rasa kasihan kamu, kamu dan kamu….
Aku sudah terbiasa berpijak dan bertumpu pada diriku sendiri…
Silahkan caci, maki, dan hina aku…
Itu tidak akan membuat aku mundur dari kehidupanku…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Mei 2011 in gw

 

Tag: , ,

BOSAN MEMBUNUH RASA

Berjam-jam duduk di depan computer. Mencoba menghalau rasa bosan sambil  buka blog teman-teman tapi tetap saja rasa bosan itu tidak mau pergi. Ku coba mencari apa yang menyebabkan kebosanan pada diri ini. Kebosanan yang sudah 3 hari ku alami. Ku coba menulis tapi tak satupun ide yang ada di di kepala ini bisa ku curahkan dalam bentuk sebuah tulisan. Yang ada hanya kebinggungan disaat memulai menulis.

Ternyata hidup dalam kebosanan itu membunuh rasa.  Dan memandulkan jiwa untuk berkarya.

Kebosanan yang aku alami seperti memenjarakan aku di sebuah pulau terpencil, yang tidak mempunyai akses kemana-mana. Seperti orang  mondar-mandir tanpa arah di pinggir pantai. Sesekali melihat ke tengah lautan yang luas mengharapkan ada kapal yang lewat. Atau seperti orang yang selalu menatap langit cerah tapi tidak tahu lihat apa disitu.

Bosan mendengarkan celoteh orang-orang yang hanya selalu membahas politik dinegeri ini. Bosan mendengarkan para pejabat dan penguasa negeri ini saling mengadu argument tanpa ada upaya untuk menyelesaikan masalah.

Bosan melihat keegoisan mereka.

Bosan…bosan…bosan……

Kapan ya para pemimpin negeri ini melihat, memikirkan dan mencari solusi untuk kemakmuran negeri ini.

Bosan melihat anak-anak jalanan yang hidupnya hanya beratapkan kolong jembatan dan tidur beralaskan beton trotoar. Dan menadahkan tangan di bis-bis kota sambil berceloteh tentang kehidupan mereka yang susah karena meraja lelanya korupsi…

Bosannnnnnnnn…………………………………

Kerena aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk negeri ini dan anak-anak jalanan….

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2010 in gw

 

Tag: