RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

TAS RAJUTAN FOR SALE

2017-05-26 18.04.382017-05-26 18.04.282017-05-26 18.05.05IMG-20170603-WA0018IMG-20170603-WA0023IMG-20170603-WA0019IMG-20170603-WA0024IMG-20170603-WA0021IMG-20170603-WA0027

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2017 in Uncategorized

 

SALAM

Lama tak eksis di blog membuat kangen ingin menulis lagi…

Banyak hal yang ingin saya ceritakan. Berbagi dengan pengunjung yang setia. Tapi keadaan yang membuat jari-jari saya ini terhenti untuk beberapa lama tidak menyentuh huruf-huruf dikeyboard…

Selamat berjumpa kembali…

Terima kasih saya ucapkan pada pengunjung yang setia mampir diblog ini. Meski tiada hal yang baru saya posting

SALAM PERSAUDARAAN

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2017 in Uncategorized

 

SMS MAMA MINTA PULSA

Pernahkah anda mendapat “sms mama minta pulsa ,sms papa minta pulsa atau anak minta pulsa?”. Itu lho sms yang meminta dikirimin pulsa.
“mama… papa lagi dikontor polisi, tolong kirimin pulsa pulsa Rp10.000 Ke no 08XXXXXXXXXX, Ini Papa pakai hp teman, jangan telepon papa lagi sibuk.”
Atau sms yang berisi:
“Ini mama pake hp temen, Mama sedang dalam keadaan darurat dan tertimpa musibah, tolong kirim mama pulsa ke no. 08XXXXXXXXXXXX. Jgn telpon dulu.
Atau sms yang berisi:
“Tolong kirimkan mama pulsa Rp 5 ribu. Mama lagi berurusan dengan polisi. Jadi Jangan dihubungi’.
Saya dulu sering mendapatkan sms semacam ini, yang mengaku sebagai papa, mama atau saudara saya. Pertama saya baca sms dari papa itu sempat saya berfikir orang salah kirim. Lalu saya balas Anda salah kirim. Tapi ga lama ada lagi sms mama minta pulsa dan adik minta pulsa, saya diamkan aja lagi. Karena saya tahu itu adalah bentuk penipuan baru. Ternyata itu benar.
Kamis 9 juni 2011, Tim Gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menggrebek sebuah rumah mewah di Jalan Kana II No.17 Sektor III, Cluster Puspitaloka BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dari rumah itu petugas mengamankan 31 warga Taiwan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti seperti 25 unit telepon rumah, dan 3 jaringan internet 2 Speedy yang biasa digunakan pelaku untuk menipu sejumlah korbannya.
Penggerebekan tersebut dilakukan di dua lokasi lainnya, yakni Perumahan Gading Park View dan Karawaci tepatnya di dekat lokasi Universitas Pelita Harapan.
“Di Kelapa Gading ada 13 orang yang diamankan, sedangkan di Karawaci ada 50 orang. Semuanya warga negera Taiwan,
Tempat tersebut diduga menjadi markas kejahatan cyber.
177 Orang yang ditangkap itu terdiri dari 76 warga negara China dan 101 warga Taiwan. Mereka ditangkap di 15 wilayah Jaksel, Bekasi, Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Utara.
Dalam penggerebekan serentak Kamis (9/6/2011), polisi menyita sejumlah barang bukti yakni 121 telepon, puluhan laptop, handy talkie, paspor, 24 KTP China dan Taiwan, 28 kartu kredit Bank of China, uang tunai dalam bentuk dollar AS, rupiah, RMB 5.600, 5 kamera, dan catatan telepon yang dituju.
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar, kepolisian di Thailand dan Kamboja pun menangkap kelompok penipu yang diduga satu jaringan dengan tersangka yang ditangkap di Serpong, 9 Juni lalu. Waktu penangkapan di tiga negara, yakni Indonesia, Thailand, dan Kamboja, “hampir bersamaan.”
NAH UNTUK PENGGUNA PONSEL HATI-HATILAH TERHADAP BERBAGAI MACAM BENTUK PENIPUAN YANG DIKIRIM LEWAT SMS ATAU DITELOPN LANGSUNG. MUNGKIN SETELAH INI AKAN ADA BENTUK PENIPUAN BARU.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , , ,

OTAK TERKENAL

Ada seorang pemuda yang datang ke kota metropolitan untuk ingin menjadi seorang yang populer dan terkenal seantero Indonesia tingkat RT aja loe ga bisa terkenal). Tapi metropolitan tidak berpihak padanya. Dia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya (mang nafas loe kaya kepompong). Pergilah dia mencari tempat yang bisa dijadikan untuk gantung diri. Dia berfikir kalau semasa dia hidup tidak bisa menjadi orang tenar biarlah kematiannya yang mejadikan dia seorang yang terkenal.
Mulailah dia melakukan tapak tilas dari stasiun senen menuju manggrai ( yaaelah mau mati aja pakai tapk tilas segala. Sekalian aja bawa obor tu), tapi belum juga di temukan tempat yang strategis untuk mengakhiri hidupnya. Tak terasa sampailah di Pancoran, dilihatnya patung Pancoran yang berada di persimpangan itu.
“Wah ini dia tempat yang akan menjadikan kematian ku terkenal,” katanya dalam hati.
Dengan semangat 45 dan peluh yang menyucur kaya musim kemarau…..(woiii salah nulis tu ko kaya musim kemarau… yang ada musim semi tau/ yang protes ma yang nulis sama-sama oonn sama musim aja ga hafal), dipanjatlah patung itu. tapi begitu baru sampai di atas, masih dengan nafas yang nyiut-nyiut kaya orang penyakit bengek, dia di hardik ma tu patung.
“Hai… ngapain sampean kesini?”
“Saya mau gantung diri di sini, biar kematian saya jadi terkenal, karena semasa hidup saya susah bangat mau jadi orang terkenal”. Sahut sang pemuda.
“Enak aja. Ga segampang itu, kalau mau bunuh diri di sini, lawan saya adu ponco dulu. Kalau saya kalah baru sampean boleh lakukan harakiri disini”. Bentak sang patung.
Si pemuda bengong, melihat otot-otot patung itu dah ciut nyalinya.Akhirnya dia melorot turun. sadar diri ga akan mungkin menang wong tulangnya aja tulang ayam (ayam di presto kali). Diteruskannya perjalanannya dan tak terasa sampailah dia di patung Bundara HI.
“Wah ini patung otot-ototnya ga seperti patung di Pancoran. Tentu saya ga akan diajak adu ponco”.
Pikirnya lagi.
Dipanjatnyalah itu patung. Sampai di atas dia kembali ditegur ma tu patung.
“Hai ngapain sampean ke atas sini?”
Dengan wajah memelas dia ceritakalah maksudnya. Sama seperti waktu dia menceritakan pada patung Pancoran.
“Enak aja sampean mau mati di sini. Bisa-bisa mengalahi kepopularitasan saya, nanti ga ada lagi yang mau demo di sini, sana pergi.” Usir tu patung. (Nah loe rasain diusir lagi)
Lagi-lagi pemuda tersebut diusir ma tu patung-patung. Dengan berlinang air mata (kaya film India aja) dia akhirnya turun dan melanjutkan perjalanan. Akhirnya dia bertemu dengan patung Jendral Sudirman. Dan kembali dia panjat tu patung. Sampai di atas dia juga ditegur tu patung.
“Ngapain kamu?”
Kembali sang pemuda menjelaskan maksudnya.
“Ga bisa…!!!!!!!!!!!! bisa jatuh wibawa saya nanti. Dan bisa-bisa si Naga Bonar suruh saya turun lagi.” (untung Naga Bonar ga dengar)
Dengan tegas tu patung nolak keinginan sang pemuda. Lagi-lagi sang pemuda menelan kegagalan. Akhirnya si pemuda sampai di tugu tani. Maksud hati untuk beristrihat sebentar karena dah terlalu letih kakinya berjalan. Tapi baru saja dia bersandar di di tugu itu, kembali dia diusir.
“Hai anak muda di sini tidak ada pembagian sembako, pergi sana, gunakan kedua tanganmu untuk berusaha. Jangan jadi orang yang malas dan gampang putus asa”.
Dengan kagetnya pemuda tadi langsung berdiri. Sambil berjalan dia terus mengerutu.
“Dasar tugu tani, saya mau bunuh diri ko malah dibilang mau minta sembako… huff”.
Akhirnya sampailah dia kembali di segitiga senin (segi tiga atrium). Duduklah dia di dekat pos Polisi sambil memikirkan bagaimana caranya mati terkenal.
Tiba-tiba dia dihampiri oleh seorang pak polisi yang kalau dilihat usianya sudah mendekati masa pensiun. Dengan penuh wibawa disapanyalah anak muda tersebut.
“Lek kamu kelihatan lusuh bangat. Darimanakah kamu????” (Jangan-jangan nich orang yang suka beoriasi di metromini terus minta uang dengan paksa)
Dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya, diceritakanlah perjalanannya seharian ini. Pak polisi geleng-geleng kepala.
“Kamu nambah-nambah kerja saya aja, tidakkah kamu lihat kalau saya dah mau pensiun dan tua? Saya sudah ga sanggup kalau harus manjat menurunkan jasad mu.” Pemuda itu diam dalam keputus asaannya.
“sekarang kamu lihat gedung pasar senen itu dan kemudian kamu lihat gedung atrium itu”.
Dengan patuh si pemuda memalingkan kepalanya melihat kedua buah gedung itu. tapi dia tetap tidak mengerti apa maksud pak polisi itu. kemudian menatap pak polisi dengan dengan kerutan kening tujuh gelombang… eeehhhh salah tujuh lapis (emangnya kue lapis). Pak polisi mengerti kalau tu pemuda benar-benar bego (sorry Gw ngatain Loe… xixixixixxii).
“ Dulu pasar Senen itu sangat terkenal di Jakarta ini…. Menjadi ajang tempat anak muda mudi memadu kasih dan merupakan tempat yang sangat di banggakan (alias di elu-elukan tau ga sih loe maksud tu pak polisi???) dan tempat belanja kalangan elit. Tapi kini kamu lihat… sejak atrium berdiri dia dilupakan begitu saja. Hanya menjadi tempat jualan Sembako, sayur dan kain seken (Nah tau ga tu ma seken. Seken tu sekedar wae). Apa ente mau jadi kaya pasar senen itu? terkenal terus dilupakan dan dicampakkan??? Syukurilah apa yang telah Allah takdirkan pada diri kita”. Dengan panjang lebar pak polisi nyerocos.. biar tu si pemuda sableng sadar. (nah tu loe di bilang sableng ma Gw yang nulis….).
Seperti di hantam gurinda Buto hijau.. tu pemuda langsung berdiri dan menyalami pak Polisi. Dengan wajah menyeringai tu pemuda mengucapkan terima kasih. Terus berteriak, karena dimasuki roh nenek gembel…
“NOKKKKKKKKK…… (lah nok to nama calon mu walah-walah) . SAYA PULANGGGGGGGG, KITA JADI NIKAH. KITA AKAN MEMBUAT EMPANG SELUAS 100 HEKTAR (belagu loe… wong Cuma punya tanah 2 x 3 m doang) BIAR BISA MASUK BUKU GAMESREKORRRRRRR… BIAR TERKENALLLLLLLLLLLLLL…”. Teriak pemuda itu sambil berlari kearah stasiun bajaj… eehhh salah stasiun senen ding.

(XIXIXIXIXI JUST KIDDING BRO…)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2011 in Uncategorized

 

Tag: , , , ,

CINTA ITU INDAH

Mestikah ku berlalu dari mu

Sementara hati ini tak mampu berpaling

Ku terdiam dan nelangsa

Dengan lembut daun berbisik

Untuk apa kau menghindar

Kalau hati tidak bisa didustai

Cinta itu bukan suatu yang salah

Cinta itu bukan buah terlarang

Pejamkan mata mu

Dan masuki alam cinta

Akan kau temukan keindahan hidup

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2010 in Uncategorized

 

Tag:

HUJAN DAN PLASTIK HITAM ~bag 1~

Hujan dari jam 3.30 wib pagi, masih saja mengguyur kota jakarta. Pagi ini aku harus berangkat mengajar.

“ Duh bagaimana caranya  berangkat ke sekolah kalau hujan masih saja deras begini?”, kata ku dalam hati penuh dengan kebingungan.

Malasnya aku berangkat, membayangkan harus ganti-ganti mobil angkutan umum di tengah hujan deras begini.

“Ya Allah semoga hujan ini reda…”, doa ku dalam hati.

Jam 5.30 wib hujan mulai reda, hanya tinggal gerimis sebagai sisa-sisa hujan.

“Kalau jam begini berangkat ke sekolah naik angkutan umum, bisa-bisa aku telat sampai di sekolah nich”,pikirku

“Bagaimana ya caranya biar ga telat?”. Akhirnya ku minta tolong pada suami untuk diantarkan ke sekolah.

Dia tanya ,”benar mau diantarkan?”.

“Ya…. Iyalah, mang kenapa?”,tanya ku binggung.

“Gerimis begini naik vespa ke sekolah?”, tanya suami ku lagi.

“Ya…. Kan pakai jas hujan”, sahut ku.

“Nah itu masalahnya. Jas hujan cuma satu. Yang satunya lagi sudah sobek dan sudah kamu buang”, jawab suamiku.

“Terus gimana dong kalau naik angkutan umum aku bakal terlambat”, rengek ku.

“Ya udah kamu pakai jaket hujannya, aku pakai celana hujannya”, suamiku memberikan solusi.

“Aaaahhhh ?????????”, aku semakin bingung. Apa gunannya pakai jaket hujan kalau rokku akan basah juga dan buat apa pakai celana hujan doang kalau baju dia basah juga nantinya.

“Ya.. udah dipakai, mau berangkat ga”, tegur suamiku membuyarkan kebingungan ku.

“Ya….. tapi….”, tiba-tiba mulut ku terhenti untuk meneruskan kalimat berikutnya, ketika ku lihat dia mengeluarkan plastik hitam yang lebar. Yang biasa digunakan untuk menutupi barang dagangannya di motor kalau hari hujan.

“Ambil ini “, kata suamiku.

“Untuk apa?”, tanya ku sambil mengerutkan dahi.

“Ya untuk kamu pakai”, jawab suamiku, sambil memakai jaket dari bahan jeans.

“Apa ??????”, setengah ga percaya dan geli aku bertanya.

“Iya dipakai, buat nutupin rok kamu biar tidak basah”, suamiku menjelaskan maksudnya menyuruhku pakai plastik hitam itu.

“Ga…. Mau, biar ku pakai jaket jeans aja dan jaket hujan ini buat nutupin rokku”,tolak ku.

“Udah pakai saja, jaket jeans itu tidak akan mampu menutupi bajumu dari air, nanti bajumu basah dibuatnya dan kamu masuk angin”,kata suamiku.

“Tapi inikan cuma gerimis”, bantah ku lagi.

“Walaupun cuma gerimis, tapi perjalanannya jauh, bajumu bisa basah juga”, jelas suamiku.

Dengan perasaan terpaksa dan kesal, ku pakai juga plastik hitam itu untuk menutupi rok ku.

Sepanjang perjalanan aku tidak bisa menahan rasa malu dan geli serta ketawa.

“Tapi kenapa aku harus malu, bukankah mukaku, aku tutup dengan sapu tangan. Dan tidak ada seorangpun yang akan mengenalku’, hiburku dalam hati.

Namun tetap saja rasa malu itu masih bercokol di hati ini. Ku lihat suamiku cueks bangat dengan kejadian ini. Tidak ada rasa malu dan aneh baginya, seperti yang kurasakan. Apa karena dia sudah biasa membawa barang dagangan yang ditutupi dengan plastik hitam ini. Sehingga dia merasa seperti membawa barang dagangan saat ini.

“Hahahahahahahaha….”, akhirnya ku tak bisa menahan ketawa, karena membayangkan ini semua. Tiba-tiba suami ku menoleh ke belakang dan bertanya,

“Kenapa ketawa?”. Dan ku jawab “ga apa-apa”.

Dan sepanjang perjalanan juga aku tidak bisa tenang, kaya cacing kepanasan. Karena plastik yang ku pakai beberapa kali hampir diterbangkan oleh angin. Belum lagi aku harus angkat kaki biar sepatu ku tidak basah, bila vespa butut kebanggaan kami harus melewati genangan air di jalan.

“Kenapa tadi ga pakai sendal saja”, tanya suamiku, karena di lihatnya aku begitu kerepotan ngangkat kaki mulu bila ada genangan air.

“Lupa “, jawab ku sekenanya.

Akhirnya suamiku minggirkan motornya.

“Sekarang buka saja tu sepatunya, masukkan ke dalam plastik ini”, suruh suami ku.

Aku terkejut, bukan karena disuruh buka sepatu. Tapi lagi-lagi suamiku mengeluarkan plastik hitan tapi ini agak kecil. Akhirnya ku buka sepatuku sambil berfikir, apakah suamiku sekarang ganti dagangannya. Apa karena hari hujan sekarang dia jadi tukang jualan plastik ya. Kenapa banyak bangat plastinya di vespa dan semuanya berwarna hitam dengan ukuran yang berbeda.

“hahahahahahaha……..”, aku ketawa kerena pikiranku mulai usil.

“Kenapa kaos kakinya ga dibuka, nanti ikut basah”, tanya suamiku

“Ga usah, aku bawa kaos kaki sepasang lagi ko di dalam tas”, jawabku.

Dan untuk kali inipun aku tidak bisa menahan ketawa. Ketawa begitu menyadari betapa begonya diri ini. Kenapa ga kepikir pakai sendal. Malah kepikir bawa kaos kaki sepasang lagi.

“Hahahaha benar-benar begonya aku”.

Sampai di Matraman palstiku hampir lepas lagi dari peganganku. Ku lihat ada pengendara motor lain di belakangku. Otak usilku mulai beraksi membayangkan kalau seandainya plastik hitam ini benar-benar lepas dan terbang menutupui muka orang tersebut. Bagaimana jadinya ya. Wah bakal terjadi insiden berdarah nich, gara-gara plastik hitam. Tentu aku akan masuk penjara hanya gara-gara plastik hitam ini. Waduh apa kata orang-orang nantinya kalau berita ini sampai keluar di acara kriminal di TV atau di tulis di koran kriminal bagian depan. Dengan huruf besar di tuliskan judulnya  “ SEORANG GURU MASUK PENJARA KARENA PLASTIK HITAMNYA TERBANG”

“hahahahahaha…..”, ku ketawa sendiri di belakang. Benar-benar ga kebanyang sama ku kalau itu  sampai terjadi.

Wah ternyata aku tidak sendirian pakai plastik sebagai pelindung dari air hujan. Ada tukang sayur, tukang ojek, tukang roti dan tukang koran. Cuma plastiknya beda warna dengan plastikku. Mereka pakai plastik warna bening dan putih

Hahahahaha…. Aku senang dapat teman seperjuangan dalam berplastik ria.

Dilampu merah Matraman kulihat loper koran berhenti dan turun dari motornya. Dia sibuk memisah-misahkan korannya yang basah dan yang tidak. Hampir 1/3 korannya hancur kena air hujan. Kasihan juga ku melihatnya.

“Makanya bang pakai plastik hitam yang tebal dan lebar biar aman”, kataku dalam hati.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Januari 2010 in Uncategorized