RSS

Arsip Tag: kasih sayang Allah

LELAKIKU…………. KENAPA KAU BERJIWA KERDIL…????

Ku akui…. Aku sayang padamu, ku cinta padamu, ku hormat dan kagum padamu sampai hari kemaren. But… now… rasa itu kini sudah berlalu……terhempas oleh kekerdilan jiwamu wahai lelakiku.Terkikis habis tanpa sisa semua perasaan dan hormat serta kagumku pada mu, oleh badai kemunafikan mu.

*Betapa dalamnya kekecewaan Cinta pada lelakinya.

Sadarkah kau wahai lelakiku…

Akan kemunafikan mu dan kekerdilan jiwamu. Dimataku dirimu tidak ada arti dan harganya lagi. Engkau bersembunyi dari manusia atas salahmu, dengan sekuat tenaga kau tutupi semua kejelekan dan kebusukanmu dari manusia. Engkau tak peduli dengan orang lain, kau fitnah seorang wanita, kau adu domba orang dengannya. Hanya untuk memamerkan bahwa kau adalah orang yang baik dan suci di hadapan orang-orang.

*Cinta tak habis pikir atas tindakan yang dilakukan oleh lelakinya, yang sangat kejam pada seorang wanita, hanya demi menyelamatkan nama baiknya dan mukanya di hadapan manusia bukan di hadapan Allah.

Engkau lupa wahai lelakiku…

Bahwa Allah tidak tidur dan buta…..

Dia maha mengetahui semua yang terbetik di hati hamba-Nya.

Apakah masih ada artinya engkau menulis tentang akhlak dan agama.

Apakah masih ada artinya engkau memerangi orang-orang yang berbelok di Jalan Allah.

Apakah masih ada artinya engkau selalu mengatakan “semoga Allah mengampuni dosa kita”.

Semua itu hanya kamusflasi semata dan topeng untuk menutup keburukanmu.

Bila dirimu sendiri tega menzholimi wanita yang tiada daya, dengan fitnahmu yang kejam. Bahkan menghasut orang untuk ikut menzholiminya.

*Bagi Cinta lelakinya lebih mafia dari seorang mafia sejati. Mafia sejati tidak akan melakukan tindakan yang hina terhadap seorang wanita lemah.

Engkau lupa wahai lelakiku….

Bahwa Allah Maha Rahim…..

Dia tidak akan meninggalkan hamba-Nya, yang terzholimi. Yang selalu berusaha bersimpuh dihadapan-Nya dengan segala ketiadadayaannya. Dia Yang Maha Pengasih…. Telah melunakkan dan melemahkan hati orang yang coba kau hasut. Sehingga tiada arti baginya fitnahmu dan hasutanmu.

Allah telah memberikan sedikit rasa sayang-Nya pada hati orang itu, sehingga orang yang kau harapkan akan ikut bersamamu untuk menzholimi wanita itu., malah merasa sayang dan kasihan pada wanita tersebut….

*Bagi Cinta…. lelakinya tidak paham akan kasih sayang Allah yang begitu luas.

Malulah engkau pada Allah wahai lelakiku….

Kemana mukamu akan kau hadapkan lagi…???

Masihkah sanggupkah engkau mengatakan dirimu seorang hamba….???

Bila engkau merasa lebih hebat dari Allah. Allah selalu menutupi aib seorang hamba-Nya….

Sedangkan engkau……?????? membuka aib seseorang.

*Cinta sangat sedih terhadap lelakinya. Kemana keimanannya yang dia agung-agungkan…????

Malulah pada dirimu sendiri wahai lelakiku…..

Kau buka aib seseorang, padahal itu adalah aibmu sendiri yang engkau buka.

Engkau tak ubahnya menepuk tepung dalam dulang, yang kena muka sendiri.

Engkau tak beda dengan buah kedondong…. Yang bagus kelihatannya dari kulit tapi di dalamnya penuh dengan duri yang menusuk kerongkongan. Itulah kamu lelakiku…. Memoles diri biar kelihatan baik di hadapan manusia tapi di hatimu penuh dengan kekerdilan dan kemunafikan.

Beruntunglah kamu wahai lelakiku….

Wanita itu tidak dendam padamu. Dia tidak mau memiliki jiwa kerdil sepertimu. Dia sebenarnya dengan mudah bisa menghancurkan kehidupanmu. Namun itu tidak dia lakukan karena dia tidak mau mengotori hatinya dengan dendam. Dia hanya tersenyum dengan tenang atas apa yang engkau lakukan padanya. Dia ikhlas dan ridho atas kezholimanmu. Semua dia pasrahkan pada Allah…karena dia telah sandarkan jiwa dan hidupnya hanya semata pada Allah. Biarlah pena Allah yang berbicara di atas sutra putih kehidupan. Dia semakin menyadari betapa sayang Allah padanya. Dia tunjukkan siapa engkau sebenarnya padaku wahai lelakiku. Aku kasihan padamu karena betapa kerdilnya jiwamu.

 “Meski engkau telah menzholiminya dia tetap mendoakan mu. Semoga Allah menutup aibmu dan menyadarkan kesalahanmu. Melenyapkan sifat sombong dan angkuhmu. Serta sifat egoismu dan merasa benar sendiri atas tindakan yang kamu ambil dan putuskan.”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

“Aku salah menilai……orang yang ku anggap berjiwa besar ternyata berjiwa kerdil dan pengecut. Orang yang aku anggap pengecut ternyata berjiwa besar dan berani”, Cinta membatin di dalam hatinya

“Cinta mu tulus dan sejati padaku itu yang selalu kau ucapkan dihadapanku tak lebih dari sebuah kebohongan yang mengendap di dalam tumpukan sampah.” Cinta terhentak di atas kenyataan yang cadas, bahwa betapa munafiknya lelakinya.

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Januari 2012 in Cerpen

 

Tag: , , , , , ,