RSS

TAS RAJUTAN FOR SALE

2017-05-26 18.04.382017-05-26 18.04.282017-05-26 18.05.05IMG-20170603-WA0018IMG-20170603-WA0023IMG-20170603-WA0019IMG-20170603-WA0024IMG-20170603-WA0021IMG-20170603-WA0027

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2017 in Uncategorized

 

TAS RAJUT BUATAN SENDIRI

Yang berminat silahkan pesan… ( For Sale )

IMG_20170612_220216_910IMG-20170610-WA0007IMG-20170603-WA0028.jpg

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2017 in For Sale, TAS RAJUTAN HOMEMADE

 

SALAM

Lama tak eksis di blog membuat kangen ingin menulis lagi…

Banyak hal yang ingin saya ceritakan. Berbagi dengan pengunjung yang setia. Tapi keadaan yang membuat jari-jari saya ini terhenti untuk beberapa lama tidak menyentuh huruf-huruf dikeyboard…

Selamat berjumpa kembali…

Terima kasih saya ucapkan pada pengunjung yang setia mampir diblog ini. Meski tiada hal yang baru saya posting

SALAM PERSAUDARAAN

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2017 in Uncategorized

 

RUMAH TUA

Rumah tua mencoba menggantungkan sebuah harapan di tiangnya yang sudah mulai goyah.
Meskipun kini dia telah ditinggalkan oleh penghuninya, dia tetap mencoba berdiri diatas pondasinyayang rapuh, berharap sinar mentari selalu menghampiri celah-celah dinding yang sudah merenggang. Namun sang malam selalu menceraikannya dari sang fajar. Memaksa dia berdiam dalam gelam dan sunyinya malam.

Kadang dia harus bertahan sekuat tenaga dalam keterombangan oleh angin, agar dia tidak roboh dalam kerapuhannya. Menahankan kepedihan dinginya malam dan menahan sakitnya sengatan sang mentari. Berharap dia tetap bisa berdiri, menatap sang fajar memberikan sedikit cahaya keteduhan untuk tiangnya yang sudak miring.

Rumah tua hanya bisa menatap dalam diamnya setiap tingkah pola yang melintas dihalamannya. Melihat mereka tertawa dengan senangnya, bersenda gurau memadu kasih. Terkadang itu mengiris hatinya. Tak lagi dia berharap pada sang fajar pagi akan ada yang mau menghuninya. Dia pasrah dalam ketidakberdayaannya. Dia biarkan dukanya malam merenggut sang sinar pagi.

Namun manusia yang berteduh di bawah atapnya dari deraan hujan dan panas tidak pernah mau tahu derita yang harus ditahankan oleh rumah tua. Bila kepentingannya sudah terpenuhi kembali rumah tua ditinggalkan. Tanpa ada ucapan terima kasih atau maaf. Mereka meninggalkan jejak -jejak kepedihan dihalaman yang sudah semak oleh rumput liar. Itulah manusia dengan keegoisannya menghampirinya untuk memenuhi kepentingan mereka saja.

Tidak sadarkah mereka, bahwa tingkah mereka itu menambah kerapuhan pada dinding-dinding yang sudah keropos….?

Hanya seekor kucing yang selalu setia menemaninya, menjalani ketiadaannya. Rumah tua merasa senang. Setidakkannya dia masih berarti meskipun bagi seekor hewan. Dia biarkan sang kucing tertidur lelap dalam pangkuannya lantainya yang lapuk. Dia coba berikan kehangatan dengan senyum sayangnya.

Siluet senja membingkai sejarah kehidupannya dan kabut pagi tabir perjalanannya. Jadilah dia pigura yang digantung pada sang malam. Tanpa suara, tanpa rasa, tanpa warna.

Hening………….. dalam sendu.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2012 in Cerpen

 

Tag: , , ,

BATAS RASA

Janganlah kau coba usik diamnya sang lembayung di bibir senja…
Dan jangan pula kau coba buyarkan kabut tipis di kaki lembah…
Bila kau tak mengerti……….
Dengan semua kegetiran dan kepahitan dari madu rayuan sang pecinta

Biarkan kenangan berdiam di tamarangnya rembulan….
Tak usah kau coba uraikan dengan sang fajar pagi…
Bila kau tak mampu untuk merajutnya….

Ketika tangan tak bisa meraba biarkan hati yang menyentuh….
Jangan paksa semu menjadi nyata….
Jangan ubah rasa menjadi warna….
Biarkan yang ada tetap ada….
————————————————————————————————–
*alunan cadas kopi jantan hitam

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2012 in Puisi

 

Tag: , , , , ,

KEPADA APA

Untak apa merangkai kata, bila huruf kehilangan barisan

Untuk apa menyesal bila luka telah bertitah

Untuk apa memahami bila tak bermakna

Untuk apa mengeluh bila tiada arti

Untuk apa mencaci bila hina

Untuk apa berdalih bila bias

Untuk apa merenung bila tak sadar

Untuk apa bersembunyi bila tak tertutupi

Untuk apa menangis bila keindahan tersenyum

Untuk apa bertanya bila jawaban bersemayam di dalam hati

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Januari 2012 in Renunganku

 

Tag: , ,

LELAKIKU…………. KENAPA KAU BERJIWA KERDIL…????

Ku akui…. Aku sayang padamu, ku cinta padamu, ku hormat dan kagum padamu sampai hari kemaren. But… now… rasa itu kini sudah berlalu……terhempas oleh kekerdilan jiwamu wahai lelakiku.Terkikis habis tanpa sisa semua perasaan dan hormat serta kagumku pada mu, oleh badai kemunafikan mu.

*Betapa dalamnya kekecewaan Cinta pada lelakinya.

Sadarkah kau wahai lelakiku…

Akan kemunafikan mu dan kekerdilan jiwamu. Dimataku dirimu tidak ada arti dan harganya lagi. Engkau bersembunyi dari manusia atas salahmu, dengan sekuat tenaga kau tutupi semua kejelekan dan kebusukanmu dari manusia. Engkau tak peduli dengan orang lain, kau fitnah seorang wanita, kau adu domba orang dengannya. Hanya untuk memamerkan bahwa kau adalah orang yang baik dan suci di hadapan orang-orang.

*Cinta tak habis pikir atas tindakan yang dilakukan oleh lelakinya, yang sangat kejam pada seorang wanita, hanya demi menyelamatkan nama baiknya dan mukanya di hadapan manusia bukan di hadapan Allah.

Engkau lupa wahai lelakiku…

Bahwa Allah tidak tidur dan buta…..

Dia maha mengetahui semua yang terbetik di hati hamba-Nya.

Apakah masih ada artinya engkau menulis tentang akhlak dan agama.

Apakah masih ada artinya engkau memerangi orang-orang yang berbelok di Jalan Allah.

Apakah masih ada artinya engkau selalu mengatakan “semoga Allah mengampuni dosa kita”.

Semua itu hanya kamusflasi semata dan topeng untuk menutup keburukanmu.

Bila dirimu sendiri tega menzholimi wanita yang tiada daya, dengan fitnahmu yang kejam. Bahkan menghasut orang untuk ikut menzholiminya.

*Bagi Cinta lelakinya lebih mafia dari seorang mafia sejati. Mafia sejati tidak akan melakukan tindakan yang hina terhadap seorang wanita lemah.

Engkau lupa wahai lelakiku….

Bahwa Allah Maha Rahim…..

Dia tidak akan meninggalkan hamba-Nya, yang terzholimi. Yang selalu berusaha bersimpuh dihadapan-Nya dengan segala ketiadadayaannya. Dia Yang Maha Pengasih…. Telah melunakkan dan melemahkan hati orang yang coba kau hasut. Sehingga tiada arti baginya fitnahmu dan hasutanmu.

Allah telah memberikan sedikit rasa sayang-Nya pada hati orang itu, sehingga orang yang kau harapkan akan ikut bersamamu untuk menzholimi wanita itu., malah merasa sayang dan kasihan pada wanita tersebut….

*Bagi Cinta…. lelakinya tidak paham akan kasih sayang Allah yang begitu luas.

Malulah engkau pada Allah wahai lelakiku….

Kemana mukamu akan kau hadapkan lagi…???

Masihkah sanggupkah engkau mengatakan dirimu seorang hamba….???

Bila engkau merasa lebih hebat dari Allah. Allah selalu menutupi aib seorang hamba-Nya….

Sedangkan engkau……?????? membuka aib seseorang.

*Cinta sangat sedih terhadap lelakinya. Kemana keimanannya yang dia agung-agungkan…????

Malulah pada dirimu sendiri wahai lelakiku…..

Kau buka aib seseorang, padahal itu adalah aibmu sendiri yang engkau buka.

Engkau tak ubahnya menepuk tepung dalam dulang, yang kena muka sendiri.

Engkau tak beda dengan buah kedondong…. Yang bagus kelihatannya dari kulit tapi di dalamnya penuh dengan duri yang menusuk kerongkongan. Itulah kamu lelakiku…. Memoles diri biar kelihatan baik di hadapan manusia tapi di hatimu penuh dengan kekerdilan dan kemunafikan.

Beruntunglah kamu wahai lelakiku….

Wanita itu tidak dendam padamu. Dia tidak mau memiliki jiwa kerdil sepertimu. Dia sebenarnya dengan mudah bisa menghancurkan kehidupanmu. Namun itu tidak dia lakukan karena dia tidak mau mengotori hatinya dengan dendam. Dia hanya tersenyum dengan tenang atas apa yang engkau lakukan padanya. Dia ikhlas dan ridho atas kezholimanmu. Semua dia pasrahkan pada Allah…karena dia telah sandarkan jiwa dan hidupnya hanya semata pada Allah. Biarlah pena Allah yang berbicara di atas sutra putih kehidupan. Dia semakin menyadari betapa sayang Allah padanya. Dia tunjukkan siapa engkau sebenarnya padaku wahai lelakiku. Aku kasihan padamu karena betapa kerdilnya jiwamu.

 “Meski engkau telah menzholiminya dia tetap mendoakan mu. Semoga Allah menutup aibmu dan menyadarkan kesalahanmu. Melenyapkan sifat sombong dan angkuhmu. Serta sifat egoismu dan merasa benar sendiri atas tindakan yang kamu ambil dan putuskan.”

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

“Aku salah menilai……orang yang ku anggap berjiwa besar ternyata berjiwa kerdil dan pengecut. Orang yang aku anggap pengecut ternyata berjiwa besar dan berani”, Cinta membatin di dalam hatinya

“Cinta mu tulus dan sejati padaku itu yang selalu kau ucapkan dihadapanku tak lebih dari sebuah kebohongan yang mengendap di dalam tumpukan sampah.” Cinta terhentak di atas kenyataan yang cadas, bahwa betapa munafiknya lelakinya.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Januari 2012 in Cerpen

 

Tag: , , , , , ,